Tingkatkan Potensi dan Ekonomi Desa, PT Harus Dilibatkan

MAGELANG, KRJOGJA.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung peranan perguruan tinggi dalam meningkatkan potensi dan ekonomi desa, khususnya di Provinsi Jawa Tengah, salah satunya dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.

Peranan mahasiswa dalam KKN tematik diharapkan mampu menggali potensi desa, mendampingi pengembangan serta pengelolaan potensi desa tersebut menjadi sumber ekonomi desa menuju Desa Berdikari.

“Di wilayah Jawa Tengah ada 7809 desa di 527 kecamatan, masing-masing desa punya potensi dan mampu dikembangkan menjadi sumber ekonomi desa. KKN mahasiswa bisa diarahkan untuk mendampingi masing-masing desa ini dan yang penting kegiatan pendampingan ini berkelanjutan,” katanya saat menjadi pembicara kunci dalam seminar nasional ekonomi pembangunan dan call for papers mengenai optimalisasi pengelolaan potensi sumber daya ekonomi menuju kemandirian desa di aula Universitas Tidar (Untidar), Rabu (6/9/2017). Seminar ini dilaksanakan Prodi Ekonomi Pembangunan FE Untidar.

Dana Desa untuk Jawa Tengah tahun 2017 sebesar Rp 6,3 trilyun, yang  dialokasikan untuk bidang pemerintahan 3,28 persen, bidang pembangunan 89,72 persen, bidang pembinaan 0,07 persen dan bidang pemberdayaan 6,93 persen. Pemanfaatan dana desa ini diharapkan lebih maksimal jika perguruan tinggi ikut berperan.

“Salah satu kendala pemanfaatan dana desa adalah pelaporan keuangannya, dana yang keluar tidak seberapa namun laporannya ‘tebal’. Peran perguruan tinggi melalui KKN tematik ini yang bisa jadi solusi kendala-kendala yang mungkin tidak terjangkau pihak provinsi,” tambahnya.

Rektor Untidar Prof Dr Cahyo Yusuf MPd mengapresiasi kedatangan orang nomor 1 di Jawa Tengah ini. “Sesuai tema acara ini tentang pengembangan potensi desa, kampus UNTIDAR juga sedang merintis pengembangan Desa Balesari Windusari sebagai destinasi wisata "0 KM Jawa".

Dalam seminar ini Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah Ir Sujarwanto Dwiatmoko MSi memaparkan materi mengenai optimalisasi pengelolaan sumber daya ekonomi, sedang Kepala Pusat Studi Perencanaan, Pembangunan Regional Universitas Gadjah Mada Ir Agam Marsoyo MSc PhD menyampaikan materi mengenai isu-isu pembangunan desa menuju desa mandiri.(Tha)

BERITA REKOMENDASI