UGM Bangun Teaching Factory di Kulonprogo

SLEMAN (KRjogja.com) – Universitas Gadjah Mada (UGM) berencana membangun teaching factory di Wates Kulonprogo tahun 2018. Kampus berbasis praktek langsung tersebut dimaksudkan  membentuk sumber daya manusia berkualitas sekaligus mengembangkan perekonomian wilayah Kulonprogo yang saat ini diklaim sebagai wilayah termiskin DIY. 

Rektor UGM, Dwikorita Karnawati dalam pembukaan UGM Expo di Grha Sabha Pramana, Selasa (20/09/2016) mengatakan pengembangan kampus berbasis pabrik tersebut kini tengah dikebut pengerjaannya. Teaching Factory tersebut nantinya akan digunakan oleh mahasiswa vokasi Diploma yang sebagian besar waktu kuliah dihabiskan untuk berpraktek langsung. 

"Mahasiswa ini nantinya 60 persen praktek dan 40 persen teori, jadi bisa belajar langsung di factory agar semakin siap di dunia kerja. Kami pilih Kulonprogo karena daerah tersebut paling miskin di DIY, jadi semangat yang kita bawa adalah membantu daerah tersebut," terangnya. 

UGM menurut Dwikorita berharap adanya teaching factory bisa memacu pergerakan ekonomi dan menjadi magnet untuk anak muda di Kulonprogo. "Anak-anak muda di Kulonprogo bisa kuliah dan mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja terdidik yang memiliki skill," lanjutnya. 

Teaching factory tersebut nantinya akan menjadi produsen alat-alat kesehatan seperti ring jantung, alat terapi hydrochepalus dan alat terapi paska pencabutan gigi. Tak hanya itu, ada pula industri pengolahan kakao yang diklaim memiliki nilai ekonomis tinggi. 

"Sementara ini kami sudah memproduksi alat-alat tersebut namun masih by order berdasarkan pesanan saja. Dengan adanya teaching factory sekaligus pengembangan RSUD Wates maka harapan kami bisa sejalan dan menaikkan mutu kesehatan dan ekonomi masyarakat di Kulonprogo," imbuh Direktur Perencanaan dan Pengembangan UGM, Muhammad Sulaiman. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI