UGM Bentuk Komunitas Give Your Heart

YOGYA, KRJOGJA.com – Di tengah masyarakat, masih melekat beragam pandangan negatif terhadap kelompok difabel yang dianggap sebagai kelompok yang tidak mandiri, tidak mampu berkarya dalam masyarakat, bahkan tidak jarang dianggap sebagai beban masyarakat. Padahal, anggapan tersebut dapat menjadi penghalang tersendiri bagi kelompok difabel untuk dapat berinteraksi secara wajar dengan masyarakat.

Menanggapi permasalahan tersebut, sekelompok mahasiswa UGM mengusung sebuah misi untuk mewujudkan masyarakat inklusif bagi kelompok difabel melalui komunitas yang diberi nama Give Your Heart.

“Di Indonesia kita lihat difabel itu masih kurang membaur, dan orang normal sendiri kadang masih bingung kalau interaksi dengan difabel, takut salah ngomong dan sebagainya. Itu yang ingin kita hilangkan. Kita ingin interaksi antara difabel dan non-difabel bisa lebih alami, makanya kami mencoba membuat komunitas inklusif yang bisa membangun interaksi tersebut,” ujar Urfa Tabtila, Kamis (8/6).

Bersama Bernadeta Yosefani, Menuk Rizka Alauddina, Lidwina Meta, serta Bangkit Wibowo, ia membentuk komunitas ini pada bulan Februari lalu sebagai program kreativitas mahasiswa. Sejak itu, komunitas ini pun telah aktif melakukan berbagai kegiatan yang berfokus pada interaksi antara kelompok difabel dan non difabel dalam kegiatan seni yang juga dapat menjadi sarana terapi untuk meningkatkan kepercayaan diri teman-teman difabel.

Kegiatan Give Your Heart untuk membangun interaksi antara kelompok difabel dan non-difabel ini dilaksanakan setiap akhir pekan di Panti Asuhan Cacat Ganda Sayap Ibu Kalasan, Yogyakarta. Selama lebih dari dua bulan, Give Your Heart bersama dengan anak-anak difabel dari Sayap Ibu secara intens melakukan berbagai kegiatan berbasis seni. Kegiatan yang dimaksud antara lain membuat gantungan kunci pita, membuat prakarya dari origami, membuat lampion, melukis, dan menari, yang semua hasil karya dan latihan seni tersebut dipamerkan dan dipentaskan dalam sebuah acara bertajuk “give your heART” yang telah berlangsung pada Senin, 22 Mei 2017 di Societet Militaire Taman Budaya Yogyakarta.

“Melalui kegiatan-kegiatan ini, masyarakat umum dapat melihat bahwa ternyata teman-teman difabel juga memiliki kemampuan yang sama dengan orang pada umumnya,” imbuh Urfa.

Kegiatan yang dilakukan oleh Give Your Heart juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, antara lain para seniman Yogyakarta, Yayasan Sayap Ibu, Deaf Art Community, Rumah Pantomim Yogyakarta serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap kelompok difabel. (*)

UGM

BERITA REKOMENDASI