UIN Walisongo Pantau Super Bloodmoon dari Menara MAJT

SEMARANG, KRJOGJA.com – Tim Observasi Bulan (TOB) Pascarasarjana UIN Walisongo bekerja sama dengan Tim Hisab Rukyat (THR) Menara Al-Husna Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), kini terus mematangkan persiapan penyelenggaraan salat gerhana dan pengamatan gerhana bulan total di bawah Payung Elektrik MAJT. Gerhana yang disebut Super Bloodmoon, diproyeksikan bakal terjadi pada Rabu (31/01/2018).

Kaprodi S2 Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang sekaligus Koordinator Asosiasi Dosen Falak Indonesia dan Koordinator Tim Hisab Rukyah Menara Al-Husna MAJT Dr H Ahmad Izzuddin, M.Ag kepada KR, Jumat (26/1/2018), menegaskan, awal gerhana mulai pukul 18:48:22 WIB, puncak 20:29:46 WIB dan berakhir 22:11:11 WIB.

Dijelaskan, gerhana bulan ini sebagai fenomena langka dan unik. Hanya terjadi 150 tahun sekali dan disebut Super Bloodmoon. Sebagaimana rilis resmi BMKG. Pada 30 Januari 2018 pukul 16:56 WIB bulan berada di perigee sejarak 358.993 km sebagai yang terdekat dari bumi. 

"Pada 29,5 jam berikutnya, tepatnya 31 Januari 2018 pukul 20:26 WIB, bulan di puncak fase purnamanya hingga menjadi gerhana total yang dapat diamati di seluruh Indonesia, mulai awal hingga tengah malam. Puncak gerhana akan terjadi selama satu jam 16 menit ditandai bulan berwarna merah,” jelas Izzuddin.

S2 UIN Walisongo Semarang dan Tim Hisab Rukyah Menara Al-Husna MAJT menerbitkan surat edaran untuk menganjurkan masyarakat salat sunnah gerhana secara berjamaah setelah salat Isya, dilanjutkan khutbah dan memperbanyak bacaan takbir, tahmid dan tasbih.

Menurutnya, panitia dari TOB UIN Walisongo dan THR Menara Al-Husna MAJT merancang salat gerhana di bawah payung elektrik, dianggap sebagai paling strategis untuk salat gerhana sekaligus pengamatan. Dr H Ahmad Izzuddin Mag akan bertindak sebagai khotib. Posisi bulan saat gerhana berada di sebelah Timur Utara. Maka saat dilakukan pengamatan dari plaza MAJT tak akan ada penghalang, sehingga akan semakin sempurna, memadukan unsur ibadah dan ilmiah dengan menyaksikan fenomena alam. (Isi)

Ketua DPP MAJT Dr H Noor Ahmad MA yang juga  Wakil Ketua Komisi VIII DPR Menyatakan mengapresiasi rancangan tersebut. DPP MAJT merasa bangga dipilih sebagai pusat pengamatan gerhana bulan total dan salat gerhana. Dia mengimbau masyarakat agar mengikuti pengamatan gerhana sekaligus salat gerhana di bawah payung electric MAJT. (Isi)

BERITA REKOMENDASI