UMKM Tetap Produktif di Masa PPKM Darurat

Editor: Ary B Prass

 

YOGYA, KRJOGJA.com – Pandemi Covid-19 tidak terasa sudah menjadi wabah di Indonesia selama 2 tahun. Pandemi Covid-19 tentunya dirasakan di segi perekonomian Indonesia sampai di perekonomian dunia, pandemi juga dirasakan oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Indonesia. Untuk itu harus punya strategi dalam berbisnis agar tetap produktif dan eksis pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Hal tersebut disampaikan Dr Salamatun Asakdiyah MSi, selaku dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelanggarakan pengabdian secara virtual untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Wirobrajan Yogyakarta. “Kegiatan saya lakukan Sabtu 17 Juli lalu dengan memberikan video. Pengabdian secara virtual merupakan salah satu solusi terbaik untuk tetap produktif masa pandemi Covid-19,” ujar Dr Salamatun Asakdiyah MSi, Dekan FEB-UAD, Kamis (22/07/2021).

Menurut Salamatun Asakdiyah, kondisi UMKM khusunya di Yogyakarta pihak yang paling merasakan pukulan pada masa pandemi. Adanya kebijakan pemerintah mengurangi aktivitas di luar rumah dan menutup beberapa tempat pariwisata yang menimbulkan kerumunan maka pihak-pihak UKMK mengalami kesulitan untuk melakukan transaksi jual-beli produknya. Pengabdian yang dilakukan oleh Dr Salamatun Asakdiyah memberikan pelatihan serta sharing tentang penerapan digital marketing yang dapat diterapkan untuk memberikan perubahan serta gebrakan baru sebagai solusi keberlangsungannya UMKM.

Disebutkan, transaksi secara online adalah salah satu pilihan pertama dimasa pandemi yang sering digunakan oleh masyarakat khususnya masyarakat Yogyakarta, sehingga pada pelatihan yang dilakukan secara virtual ini membahas terkait beberapa pemasaran produk yang menerapkan digital marketing para pelaku UMKM dapat tetap memasarkan produknya baik dari jenis produk makanan, kerajinan sampai dengan pakaian.

Tentunya Masyarakat sudah tidak asing dengan adanya social media Facebook, Instagram, serta juga adanya Gojek, Grab, Shopee dan sebagainya yang merupakan aplikasi yang menyediakan layanan jasa dan juga adanya dapat digunakan sebagai transaksi jual beli barang.

Pada kesempatan kegiatan Pelatihan ini Salamtun Asakdiyah memberikan tutorial dari awal cara download aplikasi sampai dengan pengaplikasiannya Facebook, Instagram, Whatsapp Business dan Go-Food sebagai media pemasaran berbasis digital. “Saya berharap dengan adanya pelatihan ini sebagai Langkah awal pengabdian yang diselenggarakan sebagai tahapan pengenalan berwirausaha secara online, sehingga adanya pandemi seperti ini para pelaku UMKM tetap bisa eksis di masyarakat,” ucapnya. (Jay)

BERITA REKOMENDASI