Universitas Indonesia Peringkat 227 di dunia

DEPOK, KRJOGJA.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) hari ini mendampingi Presiden RI,  Joko Widodo dalam acara Dies Natalis Universitas Indonesia (UI) ke-68 di Balairung Universitas Indonesia Depok, Jumat (02/02 2018)

Rektor UI mengatakan, saat ini Universitas Indonesia menduduki posisi ke 227 di dunia. Peringkat ini naik dari tahun 2015 UI menduduki posisi ke 325. "UI terus berkomitmen untuk terus bermanfaat bagi masyarakat dan berkarya untuk bangsa," kata Rektor UI. 

Pada kesempatan ini juga UI akan meluncurkan forum kebangsaan UI, yang diharapkan dapat memberikan sumbangsih nyata dalam rangka pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, dalam membangun daya saing dan memperkokoh kedaulatan bangsa.

Presiden Joko Widodo diawal sambutannya mengucapkan terimakasih kepada kampus UI karena menurut beliau UI menjadi kampus penyumbang menteri-menteri terbanyak dalam kabinet kerja. "Sampai saat ini ada enam menteri di dalam kabinet kerja,  yang pertama ada Pak Sofyan djalil, Menteri Agraria; Pak Darmin, Menko Perekonomian; Ibu Puan Maharani, Menko PMK; Menteri Keuangan, Ibu Nila Moelek, Pak Bambang Brojonegoro juga dari UI, tutur Joko Widodo.

Joko Widodo menyampaikan 2 point utama dalam pidatonya yaitu investasi di bidang infrastruktur dan sumber daya manusia. Saat ini Pemerintah tengah melakukan pembangunan yang berkeadilan untuk masyarakat Indonesia. "Membangun jalan, membangun jembatan, membangun tol laut, membangun bandara, membangun waduk,  selain untuk menopang ekonomi nasional juga untuk memenangkan persaingan global. Pembangunan infrastruktur juga mempersatukan Indonesia untuk membangun keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia." lanjut Presiden. 

Menurut Presiden infrastruktur yang dilakukan bukan hanyauntuk ekonomi tetapi jugs infrastruktur yang berkeadilan. Kemudian untuk membangun Indonesia yang maju menurut Presiden diperlukan SDM yang maju, unggul dan mampu memenangkan kompetisi global.

Presiden melanjutkan, dengan perkembangan teknologi sangat pesat seperti saat ini kita tidak bisa mengisolasi diri Karena teknologi akan terus berkembang. Perkembangan teknologi tersebut sangan mempengaruhi lanskap ekonomi politik sosial dan budaya. Untuk itu Presiden mengimbau agar kita menyesuaikan diri. 

"Tidak ada pilihan lain kita menjadi Indonesia maju, kita hairs melakukan perubahan,  perubahan mindset,  polapikir, Cara kerja, model organisasi, produktifitas, discipline national, inovasi, semuanya kita harus berubah. Saya yakin bahwa pendidikan tinggi adalah organisasi yang sempurna sebagai wujud revormasi, organisasi yang responsif terhadap perkembangan jaman", tutur Presiden lebih lanjut. (Ati)

BERITA REKOMENDASI