UNJ Miliki Prodi Olahraga Rekreasi

JAKARTA, KRJOGJA.com – Program studi olahraga rekreasi yang dimiliki
Universitas Negeri Jakarta
(UNJ) merupakan program studi pertama yang beroperasi di Indonesia.

Demikian Rektor UNJ Komarudin di Kampus UNJ ,Rawamangun Jakarta,diskusi Prestasi dan Keunggulan UNJ (1 Tahun Kinerja Rektor UNJ),Kamis (21/10 2020)

0leh karena itu UNJ, akan mengembangkan fasilitas sport science, sport tourism dan sport industry untuk berkontribusi pada dunia olahraga di Indonesia.

Apalagi setelah UNJ memiliki GOR baru. Dia menjelaskan, tim kecil akan dibentuk untuk mengembangkan ketiga fasilitas untuk dunia keolahragaan ini.

“Setelah tim terbentuk langsung ada aksi nyata untuk pengembangan sport science, sport tourism dan sport industry,” katanya

Rektor menjelaskan, untuk sport science kampusnya bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga sehingga bisa memberikan kontribusi untuk dunia olahraga secara nasional. Untuk sport industry juga diperlukan kerja sama dengan pihak lain untuk proses hilirasi. Dia mencontohkan, untuk skoring di cabang olahraga panahan UNJ memang memiliki teknologinya namun untuk menjadikan teknologi ini diproduksi massal maka mereka tidak memiliki dana untuk itu.

Hal ini juga berlaku untuk sport tourism, Komarudin menjelaskan, UNJ memang menguasai konsep-konsep olahraga untuk pariwisata akan tetapi UNJ tidak bisa berjalan sendiri untuk mengembangkannya lebih jauh untuk dunia olahraga.

Kita harus godok konsepnya. Kita akan segera bentuk tim untuk sport tourism dan juga sport industry dan juga galang kerja sama dengan pihak lain seperti perusahaan untuk pengembangan sport industry,” jelasnya.

Terkait dengan olahraga, ujarnya, pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) 9 September lalu UNJ pun panen penghargaan yang diberikan pemerintah. Tercatat ada enam penghargaan yang diterima yakni penghargaan kategori dosen atau dosen berprestasi yang dia raih. Lalu ada juga kategori guru, pelatih, kategori wasit dan juga kategori pelatih fisik panjat tebing.

Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan UNJ Abdul Syukur mengatakan, UNJ sendiri memiliki gedung olah raga (GOR) yang megah yang dihibahkan dari Pemprov DKI Jakarta. Dia mengatakan, UNJ memperoleh hibah GOR ini karena tidak dapat dipungkiri UNJ telah memberi kontribusi prestasi gemilang dari para atlet yang juga merupakan mahasiswa UNJ di berbagai pekan olahraga baik nasional dan internasional.

Abdul Syukur menjelaskan, GOR ini tidak hanya dipakai untuk tempat latihan saja namun ada untuk teknologi disana untuk sport science. “Misalnya ada kolam renang. Meskipun ukurannya kecil tapi itu kolam renang laboratorium yang bisa mengukur kecepatan atlet, alat untuk biomekanik dan lainnya. Jadi meskipun kolam renang kecil tapi manfaatnya luar biasa,” ungkap Warek III.

Sedangkan untuk fasilitas sport tourism, jelas Abdul Syukur, pihaknya juga sedang mengembangkan sumber daya manusia (SDM)nya melalui program studi olahraga rekreasi.

Dia menuturkan bahwa program studi olahraga rekreasi yang dimiliki UNJ ini pula merupakan program studi pertama yang beroperasi di Indonesia. Selain itu juga ada program studi kepelatihan yang dibuka oleh perguruan tinggi negeri eks IKIP ini.

UNJ kini tengah menyiapkan diri untuk mengupayakan kembali dicapainya Akreditasi A. UNJ sendiri harus mengalami penurunan akreditasi dari A ke B di taun 2017 lalu, akibat kasus plagiarisme yang ditemukan pada 5 karya disertasi pada tingkat pascasarjana mereka.

Kesalahan tata kelola pascasarjana tersebut telah menjadi evaluasi dan pelajaran bagi pihaknya. Paska temuan tersebut pun, Komaruddin mengaku pihak Rektorat UNJ telah melakukan perbaikan, guna kembali menyongsong peningkatan akreditasi.

“Sekarang sudah terintegrasi dalam satu sitem informasi yang dikelola oleh UNJ. Termasuk akademik semua diperbaiki. Mudah-mudahan, kejadian tidak terulang lagi, prinsipnya sama kita ikuti aturan, ketentuan, dan standar yang ada. Kalau bisa melampaui, tidak hanya memenuhi standar,” kata Komarudin .

Perbaikan akreditasi, Sambung Komarudin, adalah sebuah keharusan bagi UNJ. Hal itu dikarenakan dampak yang akan diterima para lulusan, jika UNJ tidak beranjak dari Akreditasi B. Apalagi sekarang ini, Beberapa lapangan pekerjaan dan program pemerintah mensyaratkan Akreditasi A terhadap para mahasiswa lulusan yang ingin berkarier kedepan.

“Di beberapa kesempatan ada yang mengharuskan Akreditasi A. Contohnya Kemenag di penugasan doktor harus akreditasi A. Oleh karenanya, ini kan sangat berdampak ke mahasiswa, sudah menjadi keharusan bagi kami untuk kembali menjadi A,” paparnya.

Sementara itu, P untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut, UNJ juga telah menggandeng berbagai pihak mulai dari Kemendikbud hingga EKA (Evaluasi Kinerja Akademik) untuk melakukan evaluasi, mana-mana saja sektor yang harus dibenahi UNJ kedepan.

“termasuk plagiarisme kemudian tata kelola keuangan, akademik dan sebagainya yang memang tadinya terpisah, pasca sarjana akademiknya terpisah, 2017 akhir masuk dalam Siakad. Semua kami telah perbaiki,” pungkasnya. (Ati)

BERITA REKOMENDASI