Unriyo Tuan Rumah Uji Kompetensi Kebidanan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) ditunjuk menjadi tempat pelaksanaan uji kompetensi bagi para lulusan mahasiswa kebidanan di DIY yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada tahap pertama ini uji kompetensi diikuti oleh 150 peserta dengan mengambil tempat di Kampus II Unriyo, Sabtu (18/07/2020). Pelaksanaan uji kompetensi ini diawasi langsung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendibud dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Kemendikbud, Prof Dr Aris Junaidi mengatakan uji kompetensi ini penting bagi para mahasiswa lulusan kebidanan dalam menghadapi dunia kerja nantinya. Pasalnya setelah lulus uji kompetensi ini peserta akan mendapatkan Surat Tanda Register (STR) sebagai legalitas untuk bisa melakukan layanan dalam bidang kesehatan.

“Tahun depan uji kompetensi ini sebagai ‘exit exam’. Sebelum mahasiswa selesai ia harus lulus ini dulu kemudian akan mendapat sertifikat uji kompetensi. Nantinya sertifikat akan diberikan kepada KTKI (Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia) untuk mendapat STR sehingga ia bisa praktek di layanan kesehatan,” ungkap Aris Junaidi disela meninjau uji kompetensi.

Dijelaskannya uji kompetensi seperti ini telah dilakukan sejak tahun 2015 dan dalam satu tahun dilaksanakan sebanyak tiga kali. Uji kompetensi pertama tahun ini sebenarnya dilaksanakan pada Maret lalu, namun berhubung masa pandemi sehingga pelaksanaannya diundur menjadi bulan ini.

Aris Junaidi menyampaikan pada tahun ini pula pertama kali dilaksanakan uji kompetensi secara Computer Based Test (CBT). Dengan uji kompetensi berbasis komputer diharapkan nantinya akan menghasilkan bidan maupun tenaga kesehatan unggul yang mampu memberikan pelayanan yang handal.

“Harapannya para mahasiswa siap betul, sehingga prosentase kelulusan tinggi dan dapat segera menerima STR. Setelah itu dapat segera malakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Unriyo, Ns Wahyu Rochdiat M MKep SpKepJ mengatakan uji kompetensi ini dibagi dalam tiga tahap. Pertama atau pada hari ini bagi mahasiswa lulusan D-3 Kebidanan dan D-4 Pendidikan Profesi Bidan, kedua pada tanggal 25 dan 27 Juli untuk Profesi Ners, serta tanggal 8 dan 10 Agustus bagi D-3 tenaga kesehatan seperti D-3 Perawat, D-3 Sanitasi, D-3 Fisioterapi maupun lainnya.

“Kami merasa bangga Unriyo dipercaya menjadi tempat dilaksanakan uji kompetensi untuk wilayah DIY. Persiapan telah kami lakukan mulai dari jaringan internet yang memadai, penyiapan ruang terstandar maupun penerapan protokol,” jelasnya

Wahyu Rochdiat menerangkan dalam tiap pelaksanaannya, uji kompetensi akan terbagi dalam beberapa sesi. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya banyak peserta dalam satu kelas.

Physical distancing dilakukan dalam kelas dengan penempatan kursi yang ditata berjarak satu meter. Para peserta juga harus melewati dua kali scanning suhu badan yakni saat menuju gedung kampus dan ketika hendak masuk kelas.

“Sebelumnya juga wajib melakukan cuci tangan dan menggunakan sarung tangan kesehatan serta mengenakan masker. Bahkan masker setiap empat jam sekali wajib diganti dengan yang baru sebagai bentuk mencegah Covid-19,” jelasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI