UNS Terapkan Pendidikan Kedokteran Terintegrasi

SOLO, KRJOGJA.com – Pendidikan kedokteran terintegrasi mulai diterapkan bagi calon dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, menyusul adanya Rumah Sakit Pendidikan di kampus Pabelan. Perubahan pola praktek kedokteran dari departemental menjadi fase terintegrasi akan meningkatkan kualitas profesi dokter lulusan UNS.

Wakil Direktur RS UNS Dr Tonang Dwi Ardyanto PhD menjelaskan meski sudah memiliki rumah sakit sendiri, FK tetap menggunakan RS Dr Moewardi. Fasilitas keduanya bisa saling menunjang pendidikan dokter. Apalagi FK memiliki banyak program spesialis. "Jadi dua rumah sakit akan dipakai. RS Moewardi untuk pendidikan spesialis" katanya, Rabu.

Diakui, sementara ini fasilitas di RS UNS belum bisa menampung seluruh mahasiswa yang berjumlah 240 orang. Mereka dibagi menjadi beberapa angkatan mengingat seluruh kamar yang ada belum dilengkapi fasilitasi. "Kami harapkan pada pertengan 2019 sudah bisa menampung seluruh mahasiswa."

RS UNS, lanjut Tonang, memiliki 188 ruangan. Jika seluruh kamar sudah berfungsi menampung pasien akan bisa menunjang pendidikan. Mereka akan menjadi subyek pembelajaran pendidikan FK UNS. Sampai akhir 2017 baru 70 kamar yang berfungsi. Pada awal 2018 ditarget bisa bertambah menjadi 100 dan akhir 2018 meningkat 130 kamar.

RS UNS merupakan bagian integral dari FK. Sementara telah memiliki 12 poli yang diperkuat 25 dokter. Ke deoan terus akan diperluas karena di bagian belakang mendapatkan hibah tanah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (Qom)

 

UNS

BERITA REKOMENDASI