UNY Tawari Lala “Wisudawan Genius” Kuliah S2 Gratis

YOGYA, KRJOGJA.com – Genius dan dipandang memiliki potensi cerah untuk menggali ilmu lebih dalam, Universitas Negeri Yogykarta memberi tawaran beasiswa kepada Maria Clara Yubilea untuk kuliah di jenjang S2. Anak Berkebutuhan Khusus 'Gifted' ini masih pikir-pikir dulu apakah menerima tawaran tersebut atau mencari beasiswa di luar negeri.
 
Rektor UNY Prof Sutrisna Wibawa mengatakan, wisudawan termuda UNY yang diwisuda akhir Agustus 2019 lalu ini memang layak diberikan beasiswa tersebut karena keistimewaannya. Selain berkebutuhan khusus, gadis yang akrab disapa "Lala" tersebut juga lulus di usia 19 tahun dengan predikat Cum laude, memiliki IQ 145, dan menguasai empat bahasa asing.
 
"Itulah mengapa UNY menawarkan beasiswa, kuliah gratis disini. Agar potensi Lala tidak berhenti disini. Apalagi usianya masih muda," ungkap Sutrisna dalam Konferensi Pers di Ruang Sidang Senat UNY pada Selasa (03/09/2019) sore.
 
Baca Juga :
Beasiswa tersebut ditambahkan oleh Prof Margana selaku Wakil Rektor UNY, ditawarkan untuk program studi Linguistik Terapan. Studi tersebut dinilai Margana tepat karena Lala mahir dalam pendidikan bahasa, dan telah mendalami ilmu yang sama di jenjang S1.
 
"Agar linear, Linguistik Terapan pilihan tepat. Saya bahkan siap menjadi dosen pembimbing, karena latar belakang saya juga di Pendidikan Bahasa," imbuh Margana. 
 
Apabila Lala menerima beasiswa tersebut, maka Lala  diperbolehkan langsung untuk mengikuti kuliah pada minggu ini atau minggu depan. Tepat saat kuliah S2 akan dimulai dalam tahun ajaran baru. Urusan administrasi layaknya pendaftaran mahasiswa, dapat dikelola sambil perjalanan proses perkuliahan.
 
"Urusan administrasi bisa dikelola karena memang UNY selalu punya jalur prestasi. Seperti S1 Seleksi mandiri Prestasi. Namun harus segera kuliah, karena sebentar lagi (proses perkuliahan) akan dimulai," ujar Margana.
 
Tawaran tersebut saat ini masih dipertimbangkan Lala. Sebelum datangnya tawaran ini, Lala membayangkan selepas wisuda akan aktif di dunia kerelawanan atau kerja sosial. Jikapun kuliah, ia sejatinya ingin menempuh pendidikan di luar negeri.
 
Namun dengan adanya tawaran dari UNY, Lala menyebut bahwa pihaknya akan mempertimbangkan terlebih dahulu. Lala memiliki budaya egaliter dengan keluarganya, untuk mengambil keputusan penting apapun secara bersama-sama saat makan malam.
 
"Sebelumnya saya masih menjadi scholarship hunter, dan ingin kerja di bidang sosial. Kami (Lala sekeluarga) akan berdiskusi terlebih dahulu saat makan malam," pungkas Lala. (KRA-02)

BERITA REKOMENDASI