Waste Management System dan Teknologi Pengolahan Sampah Plastik untuk KSM Salakan Bersemi Potorono

BANTUL, KRJOGJA.com – Sampah merupakan permasalahan terbesar dalam pencemaran lingkungan. Penyumbang terbesar sampah di lingkungan berasal dari sampah rumah tangga. Upaya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan ini perlu dilakukan mulai dari sumber timbulnya sampah, pewadahan, pengumpulan, pemindahan, pengangkutan sampai ke tahap pengolahan akhir sampah. Upaya-upaya pemanfaatan kembali sampah yang masih bisa di daur ulang harus dilakukan sehingga dapat mengurangi sampah secara kuantitatif. Permasalahannya adalah sejauh manakah tingkat kesadaran masyarakat untuk membantu mengelola sampah yang dihasilkan.

Desa Potorono Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul merupakan desa dengan wilayah potensi pengelolahan sampah secara mandiri. Terdapat pengelolahan sampah mandiri di desa yang dikelola KSM Salakan Bersemi. Kelompok swadaya ini dipimpin oleh Bapak Jumali dan telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan perekonomian penduduk sekitar. Sampah yang rutin diolah kelompok ini adalah sampah organik dan non-organik (plastik, besi, alumunium, dan lain-lain). Permasalahan yang dihadapi KSM Salakan Bersemi sangat beragam baik permasalahan SDM, teknologi pengolahan sampah, teknologi pemasaran produk sampah, dan permasalahan lainnya. Namun, permasalahan yang sangat krusial bagi kelompok ini adalah masalah teknologi pengolahan sampah dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah menjadi profit.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut Tim Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) UNY di bawah amanat Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengembangkan Aplikasi WAMAS (Waste Management System) berbasis android untuk mempermudah mitra dalam pengelolaan bank sampah. Tim PKM UNY terdiri dari Bayu Rahmat Setiadi, M.Pd, sebagai ketua dan dua anggota yaitu Dr. Anggi Tias Pratama,M.Pd. serta Eka Ari, M.Pd. Aplikasi WAMAS dapat mendorong nasabah bank sampah membuang sampah ke KSM Salakan Bersemi dengan metode dijemput atau antar sampah sendiri. WAMAS terdapat dua layer dimana aplikasi tersebut dikelola oleh KSM Salakan Bersemi dan masyarakat sekitar sebagai nasabah bank sampah. Sistem pencatatan baik massa dan saldo dicatat secara elektronik dan realtime sehingga nasabah dapat memantau progres penabungan sampah. Setiap anggota mitra yang menabung sampah dibayar langsung dalam bentuk saldo rekening di aplikasi.

Tim PKM UNY juga telah memberikan bantuan berupa Mesin Pencacah Sampah Plastik dengan kapasitas 50 kg/jam. Mesin ini merupakan permintaan dari KSM Salakan Bersemi mengingat beberapa mesin yang ada dalam kondisi yang rusak serta hasil cacahan yang kurang maksimal. Pentingnya plastik dengan ukuran lebih kecil/seukuran pelet sangat dibutuhkan bagi para industri manufaktur plastik. Untuk itu, kedepan untuk memastikan program-program kerja Tim PKM UNY tuntas sebelum bulan Desember 2021, Tim PKM UNY bersama pimpinan KSM Salakan Bersemi melakukan pelatihan dan pendampingan intensif terkait penggunaan aplikasi WAMAS kepada kelompok dan anggotanya serta pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin-mesin yang rusak yang dimiliki KSM Salakan Bersemi.

Tim PKM UNY mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak baik dari DRPM, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNY, dan KSM Salakan Bersemi yang mendukung kegiatan pengabdian ini meskipun kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah DIY masih di level 4.(*)

UNY

BERITA REKOMENDASI