Webinar FE-UCY Bahas Pemisahan Bank Syariah

YOGYA, KRJOGJA.com – Fakultas Ekonomi, Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (FE UCY) menggelar webinar bertajuk ‘Spin Off Bank Syariah, Siapa Takut?’ pada 18 Desember 2021. Webinar menghadirkan tiga narasumber Prof Dr H Muhammad MAg (Pakar Ekonomi Syariah/Ketua DMI DIY), Edi Setiadi SE MM (Konsultan Perbankan Syariah dan Dosen UI Jakarta/Indonesia Banking School LPPI) dan Hanan Wihasto SE MM (Dekan Fakultas Ekonomi UCY/ Dosen Praktisi Perbankan).

Webinar ini menyoroti Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Di pasal 68 UU tersebut dijelaskan bahwa Bank Umum Konvensional yang memiliki Unit Usaha Syariah (UUS) yang nilai asetnya telah mencapai paling sedikit 50% dari total nilai aset bank induknya atau 15 tahun sejak berlakunya UU ini, maka Bank Umum Konvensional dimaksud wajib melakukan pemisahan (spin off) UUS tersebut menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Ini berarti batas akhir untuk spin Off adalah 2023.

Menurut Hanan Wihasto, reaksi atas ketentuan spin off awalnya memperoleh sambutan positif dan suka cita oleh industri. Tetapi masalah muncul saat akan mengeksekusi spin off. Seperti biaya untuk proses spin off besar, induk tidak bisa meninggalkan begitu saja pasca spin off, tidak ada insentif dari pemerintah, size bank setelah spin off mengecil secara bisnis, bank induk kehilangan aset dari bank yang di-spin off.

UCY

BERITA REKOMENDASI