Ketahanan Keluarga di Era Pandemi Covid-19

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang berkepanjangan dapat mengakibatkan goyahnya ketahanan keluarga di masyarakat. Ketahanan keluarga tersebut berdampak pada segala aspek, seperti ekonomi, sosial, dan psikologi.

Dampak yang terlihat nyata antara lain adalah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Berdasarkan data pada masa Pandemi COVID-19 saat ini, kasus KDRT semakin meningkat. Data periode 2 Maret-26 April 2020 dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPPA) menyatakan bahwa kekerasan pada perempuan dewasa (>=18 tahun) dengan rata-rata 3 kasus perhari.

Pada kasus KDRT yang dialami oleh perempuan mencapai 114 korban. Selain itu, data dari Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), kasus kekerasan yang terjadi pada perempuan sepertiganya yaitu 213 kasus KDRT.

Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) dari Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sewon Utara Kabupaten Bantul mengadakan Edukasi dan Pelatihan Ketahanan Keluarga di Era Pandemi COVID-19 yang diselenggarakan pada tanggal 13-14 Juli 2021.

Tim PPM Dosen UAD diketuai oleh Dr. Dody Hartanto, M.Pd., dengan anggota Ratu Matahari, S.KM.,M.Kes, dan Desi Nurfita, S.KM., M.Kes (Epid). Pelaksanaan kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh UAD melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM).

Kegiatan ini dilaksanakan melalui virtual zoom dengan pemaparan materi yaitu edukasi terkait dengan KDRT dan dampaknya terhadap kesehatan mental, edukasi terkait dengan Penyakit Menular Seksual (PMS), dan Pelatihan Ketahanan Keluarga di Era Pandemi COVID-19.

Dody menuturkan, kegiatan ini merupakan salah satu wujud perhatian UAD akan pentingnya peran keluarga dalam kesiapan menghadapi pandemi.

“Keluarga merupakan pilar utama dalam sebuah bangsa, jika keluarga berasal dari calan suami yang baik dan calon istri yang baik, maka generasi yang dihasilkan juga akan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ratu menegaskan adanya risiko KDRT selama masa Pandemi COVID-19 yang mengancam ketahanan keluarga. Keluarga terancam kehilangan mata pencaharian dan ini dapat memicu stress.

“Kondisi ini dapat berujung menjadi kekerasan di dalam rumah tangga (KDRT). Perempuan dan anak-anak kerap menjadi korban. Maka dari itu ketahanan keluarga sangat amat penting dipertahankan selama masa Pandemi COVID-19,” ungkapnya. Selanjutnya, masalah kesehatan reproduksi di masa pandemi disampaikan oleh Desi.

Menurut Dody, kegiatan ini merupakan langkah awal untuk bersinergi menguatkan ketahanan keluarga selama masa Pandemi COVID-19.

Dody mengharapkan, dengan kegiatan ini masyarakat sasaran mempunyai pemahaman dalam menciptakan ketahanan keluarga di lingkungan sekitarnya dan berdampak panjang pada perbaikan kualitas ketahahan keluarga di masa Pandemic COVID-19.

“Dan, dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan serupa dengan sasaran yang berbeda kedepannya,” imbuhnya. (*)

BERITA REKOMENDASI