KKN UMY Dampingi Warga Wates Boyolali Olah Wortel Jadi Camilan

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melakukan pendampingan ibu-ibu Dusun Wates, Desa Lencoh Boyolali untuk mengolah wortel. Jenis sayuran ini diolah menjadi makanan ringan atau camilan sehingga memberikan nilai tambah.

Menurut Dosen di Fakultas Pendidikan Bahasa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Muh Naim Madjid PhD, program KKN PPM di Dusun Wates mengusung tema Pemberdayaan ibu-ibu dusun Wates, desa Lencoh Melalui Pengolahan Wortel Menjadi Makanan Ringan Berbasis Ekonomi Kreatif. Kegiatan berlangsung 7 Januari – 6 Februari dengan peserta sebanyak 30 orang.

“Program ini memberdayakan ibu-ibu dalam mengolah Wortel menjadi makanan ringan berbasis ekonomi kreatif dan semangat ta’awun,” kata Muh Naim Madjid yang menjadi Dosen Pembibing Lapangan.

Menurut Naim Madjid, kegiatan dilaksanakan dengan sosialisasi terlebih dahulu tentang tujuan dan manfaat pengolahan wortel menjadi makanan ringan dalam meningkatkan ekonomi warga. Kemudian demonstrasi dilakukan untuk memberi pemahaman tatacara pengolahan, dan setelah itu pelatihan dilaksanakan dengan membagi beberapa kelompok ibu-ibu.

Selanjutnya diajarkan cara packaging yang telah disiapkan bahan dan alatnya untuk kemudian pemasaran produk wortel stik (wortik) tersebut diberikan bimbingan secara jelas terhadap tim pemasaran dari ibu-ibu dusun Wates, desa Lencoh, boyolali.

Warga Dusun Wates, Desa Lencoh, Selo, Boyolali, khususnya ibu-ibu, sangat antusias, bersemangat dan senang terhadap kegiatan pengolahan wortel menjadi makanan ringan. Hal ini karena menjadi salah satu potensi bagi ibu-ibu dalam memperoleh penghasilan keluarga dan dusun dengan ide kreatif yang dihasilkan oleh mahasiswa KKN kelompok 068 UMY 2019/2020.

Melalui program KKN-PPM yang dikoordinir oleh Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M UMY)  dengan tema yang diusung oleh mahasiswa di bawah bimbingan DPL warga dapat merasakan manfaat baik secara materi berupa perolehan pendapatan berbasis bisnis ekonomi kreatif maupun non-materi berupa etos kerja, ta’awun dan semangat kebersamaan. (*)

 

BERITA REKOMENDASI