KKN UMY Optimalkan Pengelolaan Web Desa Poncosari

BANTUL, KRJOGJA.com – Sebanyak 31 pemuda dari 24 dusun di Desa Poncosari Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul mengikuti pelatihan ‘Jurnalistik Warga dan Fotografi’, Sabtu (25/1/2020). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang melakukan program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaraan dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM).

Program tersebut dijalankan oleh Sugito SIP MSi bersama Muhammad Zahrul Anam SAg MSi bersama KKN Mahasiswa 074 dan 088 Desa Poncosari. Menurut Sugito, pelatihan tersebut diselenggarakan karena pengelolaan Sistem Informasi Desa (SID) di Desa Poncosari belum berjalan optimal.

Salah satunya bisa dilihat dari kurangnya pembaruan informasi di website desa. Tujuan dari SID sebagaimana yang diharapkan oleh desa, antara lain adalah ketersediaan data, peningkatan kualitas pelayanan publik, pengelolaan seluruh potensi desa, mendorong partisipasi, transparansi dan akuntabilitas, serta memperkuat modal sosial.

“Tujun dari pelatihan ini adalah untuk memberikan bekal keterampilan jurnalistik dan fotografi bagi calon wartawan desa yang akan mengisi konten web site Desa Poncosari,” kata Sugito yang juga Ketua Tim KKN PPM UMY didampingi Muhammad Zahrul Anam dalam rilis yang diterima KRjogja.com, Senin (27/1/2020).

Kegiatan yang dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M UMY) ini diikuti oleh 31 pemuda dan kepala dusun . Tampil 3 narasumber yang menyampaikan materi. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari pengabdian dosen yang tujuan utamanya adalah meningkatkan tata kelola administrasi dan mengoptimalkan web desa Poncosari.

Lebih lanjut Sugito menyatakan “KKN PPM di Desa Poncosari terdiri dari kegiatan-kegiatan penyuluhan tertib administrasi kependudukan, pelatihan jurnalistik warga dan fotografi, pelatihan administrasi dan penyusunan proposal bagi karang taruna, serta pendampingan pembuatan web site bagi Pokdarwis Pantai Baru. “Secara spesifik, setelah pelatihan ini diharapkan akan terbentuk semacam komunitas wartawan desa di tingkat dusun,” katanya.

Agus Heri Kurniawan, ST selaku Kepala Urusan Umum Desa, dalam materi mengulas tentang arah pengembangan SID Desa Poncosari. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa SID Desa Poncosari diharapakan dapat mempermudah pelayanan kepada masyarakat sekaligus memberikan informasi up to date tentang Desa Poncosari kepada warganya dan masyarakat umum lainnya.

“Oleh karena itu dukungan pemuda untuk menjadi wartawan-wartawan desa sangat dibutuhkan,” katanya. Pada materi selanjutnya tentang jurnalistik warga, Ade Marup Wirasenjaya MA, menyampaikan tentang kemudahan akses informasi yang dapat dimanfaatkan oleh warga masyarakat untuk menyampaikan informasi yang baik tentang desanya.

Oleh karena itu, Ade memberikan keterampilan tentang penulisan jurnalistik terutama penulisan berita dan feature. “Dalam penulisan berita perlu di sampaikan 5 W 1 H yaitu apa peristiwanya (what), siapa pelakunya (who), kapan kejadiannya (when), dimana (where), mengapa terjadi (why), dan bagaimana kejadiannya (how). Sementara untuk feature ditujukan untuk menggambarkaan suasana, sisi manusiawi, cerita dibalik peristiwa yang itu cocok untuk untuk menulis profile dusun maupun desa”.

Akbar Nur Aziz selaku nara sumber terakhir memberikan materi dasar fotografi jurnalistik. Akbar menekankan pada beberapa teknik fotografi dan etika dalam fotografi jurnalistik. Menurut dia foto dalam jurnalitik harus dapat bernilai artistik sekaligus dapat menggambarkan berita tanpa harus melanggar norma dan etika di masyarakat.

Dukungan dari masyarakat maupun pemerintah Desa Poncosari atas kegiatan ini sangat baik. Hal ini nampak dari antusiasme peserta dalam mengikuti acara dan penyampaian tulisan singkat berserta foto tentang acara pelatihan sebagai tugas akhir pelatihan. Bahkan pihak desa menindaklanjuti hasil pelatihan ini dengan pembuatan komunitas wartawan desa yang nantinya akan dilegalkan oleh pemerintah desa. Menurut beliau, kegiatan ini selaras dengan rencana desa untuk mengelola SID dan khususnya web site desa agar lebih baik.  (*)

BERITA REKOMENDASI