KKN UMY Sosialisasi Penyelesaian Kasus Tindak KDRT di Turi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Banyak kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi di kalangan masyarakat dusun yang hanya dibiarkan saja. Mereka sering menganggap hal itu bukan urusan mereka dan tidak elok apabila ikut campur dalam urusan rumah tangga tetangganya.

Hal itu mendorong tim Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, (UMY) untuk melakukan program Pendampingan Penyelesaian Kasus Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Dusun Becici, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi Kabupaten Sleman. Program dalam bentuk sosialisasi di kalangan masyarakat, pendampingan penanganan kasus PKDRT serta dalam bentuk simulasi.

“Masyarakat dusun sebagai tetangga memiliki kewajiban yang ditetapkan oleh Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga untuk melakukan tindakan pencegahan dan penanganan KDRT. Setiap orang yang mendengar, melihat, atau mengetahui terjadinya kekerasan dalam rumah tangga wajib melakukan upaya-upaya sesuai dengan batas kemampuannya untuk mencegah KDRT,” kata Dosen Fakultas Hukum UMY Dr Nanik Prasetyoningsih SH MH selaku dosen pendamping.

Kegiatan  ini diikuti tak kurang dari 50 orang warga dusun Becici, Wonokerto, Turi, Sleman. Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan ada tiga rangkaian kegiatan yaitu:

(1) Sosialisasi perilaku kekerasan dalam rumah tangga menurut UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga;

(2) Penyuluhan hukum mengenai tanggung jawab hukum masyarakat bahwa hak perlindungan bagi anak dan anggota keluarga lainnya adalah tanggungjawab semua orang, bukan hanya keluarga anak;

(3) Pendampingan Kader PKDRT dalam menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga; dan

(4) Simulasi PKDRT.

Sosialisasi perilaku kekerasan dalam rumah tangga menurut UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang dilaksanakan pada tanggal 13 Januari 2020 di Aula Dukuh Becici, Pulesari. Penyuluhan hukum mengenai tanggung jawab hukum masyarakat bahwa hak perlindungan bagi anak dan anggota keluarga lainnya adalah tanggungjawab semua orang, bukan hanya keluarga anak yang dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2020 di Aula Becici, Becici.

Kegiatan pendampingan Kader PKDRT dalam menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga, dilakukan dengan cara Simulasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga ini dilakukan 5 kali. Harapannya dengan melakukan simulasi, Kader PKDRT dapat memahami cara-cara yang tepat untuk melakukan pencegahan KDRT dan penanganan segera.

Respon dari masyarakat Dusun Becici terhadap kegiatan ini sangat baik, warga sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan. Demikian juga para Kader PKDRT sangat bersemangat dalam melakukan Simulasi PKDRT. Program Kerja Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga ini  yang dikoordinir  Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M UMY) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan warga mengenai KDRT.

Sosialisasi PKDRT dan Simulasi PKDRT sebaiknya tetap harus dilaksanakan secara kontinyu dan berkesinambungan, agar masyarakat dapat memahami dengan benar mengenai PKDRT dan cara-cara pencegahan dan penanganannya bila terjadi kasus KDRT. (*)

 

BERITA TERKAIT