Dosen UMY Buat Inovasi Alat Khitan Modern, Ini Kelebihannya

Editor: Agus Sigit

Dr.dr.Sagiran,Sp.B(K)KL.,M.Kes sebagai Dosen Program Studi Pendidikan Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, membuat inovasi terkait dengan alat yang berhubungan dengan operasi bedah minor Circumcisi / khitan, yaitu alat yang disebut dengan Muyo Sunat.

Seperti yang kita ketahui, sudah seperti menjadi tradisi bahwa sunat/khitan bagi anak laki-laki merupakan suatu hal yang penting dan mempunyai berbagai macam manfaat bagi kesehatan. Selain itu khitan juga menjadi suatu syariat dalam agama Islam. Namun, dibutuhkan keterapilan yang baik dan asistensi yang cukup banyak dalam proses Tindakan medis khitan sehingga diperoleh hasil potongan yang rapih, aman, efektif dan efisien. Dalam dunia kedokteran khususnya terkait dengan operasi bedah minor Circumcisi / khitan, selalu dilakukan inovasi yang dapat memudahkan pelaksanaan operasi khitan.

Dr.dr.Sagiran,Sp.B(K)KL.,M.Kes merupakan akademisi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, melalui penelitiannya beliau berhasil membuat sebuah produk Inovasi yang Bernama “MUYO SUNAT”. Berdasar data Paten Nomor P00201304684 pada Pangkal Data Kekayaan Intelektual Dirjen Kekayaan Intelektual (PDKI DJKI) Kemenkumham RI, Muyo Sunat merupakan alat bantu penjepit kulup kepala penis yang berfungsi untuk memudahkan dokter untuk memotong kulup tersebut menggunakan pemotong (gunting, pisau bedah, atau laser) dengan sekali tebas. Muyo Sunat telah digunakan oleh dr. Sagiran untuk program kegiatan sosialnya yaitu Khitanan Massal yang telah beliau laksanakan sejak 2013 hingga sekarang di luar pulau jawa. Lebih dari 10.000 anak telah mengikuti program Khitanan Massal yang diselenggarakan oleh dr. sagiran.

Berdasarkan pengalaman beliau yang juga merupakan sebagai ahli bedah di Indonesia, terdapat kelemahan dalam operasi khitan manual diantaranya: Apabila menggunakan alat pemotong yang memiliki control perdarahan (seperti kauter, laser) harus menggunakan alat tambahan berupa penutup/pelindung kepala penis berbentuk seperti lonceng yang menutupi kepala penis. Sementara kulup pada bagian luarnya dipotong dengan aman tidak mengenai kepala penis. Secara teknis hal tersebut menghasilkan tepi potongan kulup yang simetris, memerlukan waktu operasi yang lebih Panjang, dibutuhkan asisten pada pelaksanaan operasi, serta kesulitan dalam mengontrol perdarahan.

Menurut dr. Sagiran, alat ini terbuat dari stainless steel yang terbagi kepada dua bagian. Pertama, bagian atas berbentuk klem (Penjepit Berkunci) sebagai penjepit Utama. Kedua, bagian bawah berbentuk pinset anatonis yang dihubungkan pada pertengahan dan pangkalnya, sedangkan bagian ujungnya tidak terhubung sebagai penjepit Utama terhadap kulup penis yang akan dipotong saat Tindakan khitan.

Hal yang perlu dilakukan dalam ketika khitan menggunakan Muyo Sunat adalah pertama melepaskan perlengketan kulup ke kepala penis serta membersihkan smegma hingga terlihat lengkap melingkar korona glandis dan sulcus corolis. Kemudian kembalikan kulup dalam posisi menutupi glans. Tarik ujung kulup ke atas serta kunci menggunakan klem berkunci, sedangkan ujung kepala penis dijepit menggunakan pinset yang tidak berkunci yang berfungsi untuk melindungi kepala penis ketika proses pemotongan. Kulup yang berada diantara dua jepitan tersebut merupakan bagian yang akan dilakukan pemotongan secara guillotine (lurus dan sekali potong). Setelah itu, Muyo Sunat selesai digunakan dan proses selanjutnya dikerjakan sesuai prosedur standar, seperti kontrol pendarahan menggunakan jahitan atau elektrokauter kemudian diakhir dengan pembalutan atau system perawatan terbuka. Dengan menggunakan Muyo Sunat tersebut secara teknis akan menghasilkan proses khitan yang aman, cepat, efektif dan praktis.

Alamat Web  : lri.umy.ac.id
Alamat email: lri@umy.ac.id

(*)

 

 

BERITA REKOMENDASI