Mahasiswa UGM Inovasikan Hiasan Dinding Hidup dari Lumut

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tim Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berhasil membuat hiasan dinding hidup dari lumut untuk menciptakan interior ruang yang bernilai estetik dan sehat. Hiasan dinding hidup tersebut diberi nama ‘Moss Wall: Dekorasi Hidup untuk Interior Ruang Sehat’.

Hiasan dinding hidup dari lumut ini diciptakan oleh sekelompok mahasiswa UGM yang tergabung dalam salah satu tim Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang kewirausahaan yang berhasil meraih pendanaan untuk tahun 2021 ini. Tim tersebut terdiri atas Hastika Shafira dari Sekolah Vokasi, Agung Setia Adi dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Ervin Faristiyanto dari Fakultas Teknik, dan Annisa Indriawati dari Fakultas Biologi.

“Ide pembuatan Moss Wall ini bermula dari fakta bahwa hingga saat ini lumut dipandang sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Tanaman lumut dianggap sebagai sebuah tanaman yang tidak menarik serta menyebabkan lingkungan terlihat kotor dan licin. Padahal, terdapat banyak fungsi dari lumut yang dapat kita manfaatkan seperti sebagai penghasil oksigen, penyeimbang kelembaban udara, hingga penyaring polusi alami,” kata Agung Setia Adi, salah satu anggota tim pada Selasa (10/08/2021).

Sebagaimana namanya, hiasan dinding hidup “Moss Wall” lebih kurang berbentuk seperti hiasan dinding dari lumut. Moss Wall merupakan hiasan dinding interior berupa karya seni rupa bernilai estetik dengan perpaduan lumut dan tanaman hidup serta ornamen kayu natural yang akan menambah kesan sejuk dan indah pada ruangan.

Karyawan yang sedang menjalani work from home (WFH), pasangan muda, atau siapapun yang memillikinya akan dapat memperoleh kesan yang unik sekaligus alami dalam ruangan dari hiasan lumut ini dengan meletakkan Moss Wall pada salah satu sisi ruangan rumah. Moss Wall yang dibuat oleh salah satu Tim PKM UGM ini memiliki ukuran A3 atau berkisar 30 x 42 cm. Bobot yang dimilikinya pun cukup ringan yakni hanya 2 kg sehingga hiasan dinding hidup ini sangat mudah untuk dipindahkan pada sisi ruangan yang diinginkan.

Walaupun terbuat dari tanaman lumut hidup, perawatan Moss Wall bisa dibilang cukup mudah. Hal ini dikarenakan Moss Wall hanya memerlukan tempat yang lembab serta penyiraman air secara rutin sehari sekali dengan menggunakan alat semprot.

Dosen Sekolah Vokasi (SV) UGM selaku dosen pendamping kelompok PKM ini, Ghifari Yuristiadhi Masyhari Makhasi, M.A. menuturkan, “Moss Wall adalah produk yang lahir dari gagasan inovatif dan kolaboratif yang diharapkan bermanfaat bagi masyarakat karena fungsi healing-nya bagi orang-orang yang ada di sekitarnya,” terangnya.

Sampai saat ini, hiasan dinding Moss Wall ciptaan tim mahasiswa UGM telah dipasarkan baik secara langsung maupun melalui sosial media berupa Whatsapp, Instagram, serta lokapasar seperti Tokopedia dan Shopee. (*)

UGM

BERITA REKOMENDASI