Manfaatkan Biji Sorgum, KKN UAD Beri Pelatihan Pembuatan Bubur Sumsum

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta periode atau angkatan Reguler 88 dari Unit III.C.2 mengadakan Program Pelatihan Pemanfaatan Biji Tanaman Sorgum Menjadi Bubur Sumsum untuk ibu-ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) di Balai Dusun Watugilang A, Mulusan, Paliyan, Gunungkidul, Kamis (17/02/2022).

Alfan Ramadhani Muratno selaku Ketua Tim KKN UAD Reguler 88 Unit III.C.2 menuturkan, kegiatan ini dilaksanakan guna memberikan wawasan kepada ibu-ibu anggota KWT tentang manfaat yang terdapat pada biji sorgum.

“Supaya mereka lebih termotivasi untuk mengolah sorgum menjadi bahan pangan yang memiliki nilai ekonomis sehingga bisa meningkatkan pendapatan keluarga,” ujarnya.

Alfan menyampaikan, Dusun Watugilang A memiliki potensi sebagai daerah penghasil sorgum yang besar, sebab wilayah ini banyak ditumbuhi tanaman sorgum.

Namun, masyarakat belum bisa memanfaatkan potensi dan menangkap peluang yang ada secara maksimal. Ini adalah akibat dari kurangnya motivasi dan minimnya dukungan dalam memanfaatkan biji sorgum menjadi olahan pangan yang menarik dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Oleh karena itu, melalui pelatihan mengolah sorgum menjadi bubur sumsum ini, dapat mendorong terciptanya peluang usaha yang baru bagi warga Dusun Watugilang A,” ungkapnya.

Siti Maunah selaku ketua KWT mengatakan, masyarakat sekitar menyambut kegiatan ini dengan antusias dan semangat yang cukup tinggi, terbukti jumlah peserta yang hadir untuk mengikuti pelatihan ada sekitar 20 orang.

“Harapannya, pelatihan ini bisa mendorong semangat ibu-ibu dalam berinovasi memanfaatkan sorgum menjadi olahan makanan yang baru,” katanya.

Saat pelatihan berlangsung, kata Alfan, ibu-ibu sangat memperhatikan dan mencatat step by step proses pembuatan bubur sumsum sorgum ini.

“Pelatihan ini dimulai dari dengan sesi pemaparan informasi terkait beberapa manfaat yang terdapat pada sorgum yang diantaranya, menurunkan kadar gula, menjaga kadar kolesterol, dan dapat mengontrol berat badan karena memiliki serat yang tinggi,” imbuhnya.

Hal ini, lanjut Alfan, bertujuan memberi wawasan kepada Ibu-ibu KWT agar lebih termotivasi untuk mengelola sorgum menjadi olahan bahan pangan yang variatif.

“Kemudian, untuk sesi selanjutnya dilakukan pelatihan pengolahan biji sorgum yang diolah menjadi bubur sumsum,” ucapnya.

Awalnya, dijabarkan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan bubur sumsum dari sorgum yaitu biji Sorgum, gula aren, garam, santan, dan pandan.

Sesudah itu, untuk diolah menjadi bubur sumsum biji sorgum perlu dihaluskan hingga menjadi tepung dengan cara diblender kemudian diayak.

“Setelah biji sorgum halus dapat ditimbang sesuai dengan takaran yang diinginkan (saat pelatihan digunakan 10 sendok makan) dengan 1 liter santan yang dicampur air dalam satu wadah kemudian diaduk hingga tidak menggumpal,” terangnya.

Selanjutnya, masak dengan api kecil dan diaduk hingga mengental kurang lebih 15 menit. Lalu, setelah 15 menit diamkan sembari membuat sirup gula merah dengan cara potong tipis gula aren kemudian campurkan dengan air secukupnya dan didihkan.

“Setelah mendidih masukkan daun padan, berikan garam secukupnya. Bubur sorgum pun telah siap untuk disajikan,” jelasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI