Mewisuda 676 Mahasiswa, STPN Berproses Jadi Politeknik

YOGYA, KRJogja.com – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta saat ini berproses kelembagaan menjadi Politeknik. Dengan demikian juga berproses dari Satker pendidikan biasa menjadi Badan Layanan Umum (BLU) Pendidikan. Bahkan jika memungkinkan Badan Hukum Pendidikan (BHP).
“Transformasi STPN menjadi Politeknik mempersyaratkan adanya 3 Prodi D III atau D IV, karenanya sebagai konsekuensi empiris atas rencana tersebut, STPN juga harus membentuk 3 Prodi-Prodi Baru di maksud. Sejak tahun 2019 STPN telah memulai menyiapkan dokumen dokumen yang diperlukan untuk pengusulan pembentukan prodi prodi baru di maksud yaitu 3 Prodi DIV dan 1 Prodi S2 Terapan,” ungkap Ketua STPN, D. Ir Senthot Sudirman MS saat memberikan sambutan Wisuda Mahasiswa STPN, Minggu (10/10). Hadir dalam sambutan tersebut Sekjen Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN, Himawan Arief Soegoto.
Untuk wisuda tahun ini, melepas  676 orang, yang terdiri atas lulusan Program Studi Diploma IV Pertanahan tugas belajar ATR/BPN sebanyak 83 orang dan Program Studi Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral sebanyak 593 orang. Wisudawan yang memperoleh predikat Cumlaude (dengan pujian) sebanyak 21 orang (25,30%). Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi pada Konsentrasi Manajemen Pertanahan diraih oleh   Wasyilatul Jannah Utusan Kanwil BPN Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan nilai IPK 3,72 dan Hesty Wahyuni Utusan Kanwil BPN Provinsi Sumatera Barat, dengan nilai IPK 3,72. Untuk Konsentrasi Perpetaan IPK tertinggi diraih oleh Fajar Buyung Permadi Utusan Kanwil BPN Provinsi Kalimantan Timur, dengan nilai IPK 3,76.
Terhadap proses yang dilakukan STPN diapresiasi Himawan Arief Soegoto. “Saya juga mendorong upaya STPN untuk melakukan transformasi dan pengembangan kelembagaan dari Sekolah Tinggi menjadi Politeknik yang diawali dengan  pembentukan 3 Prodi Baru Sarjana Terapan (Diploma IV) yaitu (a) Prodi Sarjana Terapan Survei, Pemetaan dan Sistem Informasi Pertanahaan (Digital), (b) Prodi Sarjana Terapan Penilaian dan Perpajakan Tanah (Digital), dan (c)  Prodi Sarjana Terapan (Diploma IV) Tata Ruang dan Aministrasi Pertanahan Daerah serta Prodi S2-Terapan Manajemen Pertanahan,”ujar Himawan. (Jon)

BERITA REKOMENDASI