Microsoft Sway untuk Meningkatkan TPACK Guru

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJa.com – Guru memegang peranan strategis dalam menciptakan kualitas pendidikan pada generasi penerus bangsa. Guru sekolah dasar abad 21 seharusnya memiliki kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), mengingat proses pembelajaran di masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) berlangsung dalam jaringan (daring).

Untuk itu Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan kegiatan pelatihan Microsoft Sway untuk meningkatkan TPACK guru sekolah dasar, bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyan (PCM) Moyudan, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan berlangsung secara virtual, Rabu (28/07/2021) dan Kamis (29/7/2021).

Lisa Retnasari selaku Ketua pelaksanaan PPM UAD menuturkan, pemahaman dan peningkatan TPACK salah satunya dapat dilakukan dengan pelatihan teknologi pembelajaran Microsoft Sway. Microsoft Sway memiliki kelebihan dalam membuat laporan, buletin, dan presentasi. Lisa mengharapkan, melalui pelatihan ini para guru sekolah dasar dapat mengembangkan bahan ajar berbasis digital.

“Selain itu juga dapat dibagikan kepada peserta didik secara gratis untuk mengakses Microsoft Sway yang sudah dikembangkan,” ujarnya.

Lisa menyampaikan, kegiatan pengabdian ini diikuti oleh guru-guru sekolah dasar yaitu BKS SD Muhammadiyah Se-Kapanewon Moyudan dan diikuti oleh 29 peserta. “Kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi dan pelatihan pengembangan bahan ajar digital Microsoft Sway yang didampingi oleh Ahli Teknologi Pendidikan Lovandri Dwanda Putra, M.Pd,” ungkapnya.

Lisa menjelaskan, fenomena di lapangan menunjukkan bahwa proses pembelajaran di masa Pandemi COVID-19 cenderung berlangsung monoton. Pembelajaran hanya dilakukan melalui Aplikasi WhatsApp dan membagikan link YouTube sebagai sumber belajar. “Penekanan pada guru sekolah dasar dalam mengembangkan sumber belajar seperti bahan ajar belum maksimal,” imbuhnya.

Sementara itu, Dosen UAD Hanum Hanifa Sukma menyampaikan, guru profesional masa kini adalah guru yang seharusnya mengikuti perkembangan zaman termasuk dalam pengunaan teknologi. Agar tujuan pembelajaran secara daring dapat tercapai dengan baik.

Menurut Hanum, pelatihan ini dilakukan agar guru sekolah dasar, selain memiliki kompetensi pedagogik, juga mampu melakukan pendekatan secara teknologi. Tim PPM UAD memfasilitasi proses pembelajaran dengan mengembangkan bahan ajar berbasis digital yaitu Microsoft Sway, untuk menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih menarik. “Selain itu akan meningkatkan kualitas guru-guru profesional yang berbasis IT,” katanya.

Tim PPM LPPM UAD Yogyakarta mengadakan kegiatan pelatihan Microsoft Sway untuk meningkatkan TPACK guru SD. (*)

UAD

BERITA REKOMENDASI