MoU Tri Dharma Polbangtan YoMa di Sela ‘The Jumputan Festival 2020’

YOGYA, KR Jogja.com – Kelurahan Tahunan mempersembahkan ‘The Jumputan Festival 2020’ di sepanjang Jalan Batikan, Tahunan, Umbulharjom, Kota Yogyakarta barat Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang ( Polbangtan YoMa), Sabtu (1/3/2020).

Festival ini diisi dengan bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan dimeriahkan dengan fashion show, penyuluhan, pasar tani, pentas budaya dan pentas seni berupa seni tari, wayang cakruk dan Genk Cobra.

“Untuk tahun ini, Jumputan Festival lebih meriah, sebanyak 113 stand mengisi Bazar UMKM. Padahal tahun sebelumya, hanya 60an stand Bazar UMKM”, ungkap Bahagia Tarigan selaku Ketua Panitia Festival.

Sedang Lurah Tahunan, Sugiarti menyebut, Festival tahun ini digelar dengan melibatkan dan kolaborasi seluruh Kelurahan se-Kecamatan Umbulharjo.  “Pegiat seni dan budaya kita libatkan. UMKM pengisi stand Bazar tidak hanya menawarkan produk batik jumputan dari pengrajin Kampung Tahunan, namun juga diisi produk kuliner, pertanian dan tanaman hias, pakaian, kosmetik produksi rumahan dan berbagai kebutuhan rumah tangga”, ujar Sugiarti.

Pada acara pembukaan Festival, Octo Noor Arafat, Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta, mengharapkan Festival Jumpatan tahun ke-2 sebagai ajang menunjukan hasil industri kreatif Kota Yogyakarta, guna mengembangkan potensi ekonomi masyarakat, membangun kewirausahaan, dan mampu mengentaskan kemiskinan Kota Yogyakarta.

“Kegiatan pertumbuhan ekonomi di kampung perkotaan, harus kita dukung, kita sinergikan antar pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha”, kata Octo.

Di sela acara pembukaan Festival, terdapat sesi penandatangan MoU Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) dengan Pemkot Yogyakarta Dr Rajiman SP MP selaku Direktur Polbangtan YoMa dan Octo mewakili Pemda menandatangi MoU Tri Dharma Polbangtan YoMa dalam menerapkan Pengabdian Masyarakat di Umbulharjo Kota Yogyakarta.

“Kami berusaha mencetak pengusaha pertanian, mencetak petani milenial. Ayo mulai cetak dari Kelurahan Tahunan. Civitas akademika Polbangtan YoMa, siap mengadakan pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) serta pendampingan. Tidak hanya dosen, mahasiswa Polbangtan YoMa akan dilibatkan pada pengabdian masyarakat,” jelas Rajiman.

Rajiman juga menyampaikan bahwa di era Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), tujuan pembangunan pertanian ada 3 yaitu (1) menyediakan pangan untuk 267 juta jiwa penduduk Indonesia, (2) meningkatkan kesejahteraan petani, (3) meningkatkan ekspor 3x lipat. (*)

BERITA REKOMENDASI