Pelaksanaan PTM di DIY Patuhi Penerapan Prokes

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Anggota Komite III DPD RI, Cholid Mahmud menilai proses pembelajaran tatap muka (PTM) yang dilakukan sekolah di DIY mulai tingkat SD hingga SMA sudah berjalan baik. Penerapan protokol kesehatan (prokes) telah dilaksanakan dengan baik oleh sekolah. Selain itu pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY melakukan pengawasan ketat sehingga bangku pendidikan tak melahirkan klaster baru penyebaran Covid-19 di daerah ini.

“Mereka sudah memastikan semua sekolah memiliki fasilitas untuk memenuhi syarat prokes, misalnya dipasang kran air untuk cuci tangan, pengukur suhu dan lainnya. Kata dinas mereka mamastikan bahwa dinas mengawasi secara penuh tentang kesiapan sekolah untuk melekangkapi fasilitas itu,” ungkap senator dari daerah pemilihan DIY tersebut saat menyampaikan hasil aspirasi yang diterimanya, Senin (01/11/2021).

Ia memastikan dinas tidak akan memberikan izin jika pihak sekolah tak melengkapi seluruh kelengkapan sarana maupun prasarana yang mendukung prokes. Termasuk juga teknis pelaksanaan pembelajaran di sekolah terkait keterisian ruang kelas.

Selain soal teknis, Cholid Mahmud memastikan seluruh guru maupun pengajar hingga karyawan sekolah di DIY seluruhnya telah menjalani vaksinsi. Siswa yang berusia diatas 12 tahun juga telah menerima vaksin dan selanjutnya akan disusul program vaksinasi bagi pelajar usia di bawah itu.

“Ada pula syarat seluruh tenaga pendidikan harus sudah vaksinas, sedangkan siswa secara bertahap. Tapi umumnya yang sudah masuk mengisyaratkan siswa untuk sudah vaksinasi,” imbuhnya.

Bagi orangtua yang belum anaknya mengikuti PTM, sekolah tetap harus memberikan fasilitas pendidikan bagi siswa tersebut. Jadi sekolah tetap wajib melaksanakan pembelajaran luring bagi siswa yang hadir mengikuti PTM dan daring untuk murid belajar dari rumah.

“Orangtua yang tidak atau belum mengizinkan, pemda tidak bisa memaksa karena PTM ini sifatnya pilihan. Mereka boleh mengizinkan, tugas sekoah wajib untuk melaksanakan offline atau online,” tegasnya.

Walau secara teknis prokes telah dilaksanakan di sekolah, namun Cholid Mahmud mengingatkan kepada para guru maupun pengajar untuk tetap mengawasi pemakaian masker para peserta didik. Apalagi untuk siswa tingkat dasar yang belum memiliki pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya masker harus tetap diawasi serta didampingi guna diingatkan. (Van)

BERITA REKOMENDASI