Pelatihan Adaptasi Pembelajaran di Era Pandemi Covid-19

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan kegiatan Pelatihan Adaptasi Pembelajaran di Era Pandemi Covid-19 Bagi Guru dan Siswa SMP Unggulan Aisyiyah Bantul sebanyak kurang lebih 80 peserta, secara virtual, Sabtu (3/7/2021),

Dengan penyaji materi Liena Sofiana, M. Sc., dan moderator Suci Musvita Ayu, M.P.H. selaku Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, bersama Fajar Fitri, M.Pd.Si. selaku Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD.

Kegiatan diberi pengantar oleh Kepala Sekolah SMP Unggulan Aisyiyah Bantul Khusnul Hanifah, S.Pd. yang menyampaikan bahwa siswa-siswi SMP Unggulan Aisyiyah Bantul hendaknya tetap menjaga Kesehatan, mengikuti protokol Kesehatan, dan tidak perlu keluar rumah jika tidak terlalu penting.

“Disamping itu hendaknya aktif mengikuti kegiatan-kegiatan online yang diselenggarakan sekolah agar bisa memanfaatkan waktu dengan baik,” katanya.

Liena menyampaikan bahwa saat ini penyebaran Virus Covid-19 sangat cepat dan semakin banyak yang tertular. Di Jogja jumlah penderita Covid-19 Nomor 8 seluruh Indonesia. Paling banyak penderita adalah Sleman kemudian diikuti Bantul.

Langkah pencegahan harus dilakukan yakni agar selalu mengikuti protokol Kesehatan. Saat ini yang tertular Covid-19 tidak memandang usia, sudah banyak anak-anak yang tertular juga. Jadi, walaupun merasa bosan di dalam rumah, kita harus tetap di dalam rumah saja karena efeknya lebih besar.

“Saat ini pemerintah telah mengupayakan untuk memberikan vaksin bagi masyarakat sebagai Langkah untuk mengatasi penyebaran Covid-19 ini,” ujarnya.

Bahkan vaksin untuk remaja juga sudah direncanakan. Saat ini banyak beredar hoaks di tengah-tengah masyarakat misalnya vaksin akan membahayakan, efek vaksin sangat sakit, dan lain-lain.

Liena mengharapkan bahwa siswa-siswi tidak perlu takut dengan hoaks yang beredar di masyarakat, karena apa yang tersebar di masyarakat tersebut belum tentu benar.

Ambillah informasi dari ahlinya. Vaksin memang akan menimbulkan dampak misalnya membuat mengantuk dan demam. Namun, efek untuk masing-masing orang berbeda tergantung bagaimana tubuh merespon.

“Efek tersebut masih bisa diatasi yakni dengan minum obat. Oleh karena itu siswa-siswi tidak perlu takut seandainya nanti divaksin,” ungkapnya.

Peserta sangat antusias bertanya. Banyak pertanyaan yang disampaikan misalnya apa saja macam vaksin Covid itu? Dan apa efeknya? Apakah vaksin aman untuk penyakit pneumonia dan asma? Dan Apakah vaksin harus dilakukan dua kali?

Liena memberikan jawabannya dengan gamblang. Vaksin covid-19 memang bermacam-macam dan efeknya juga bermacam-macam sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing orang.

“Belum tau vaksin yang nanti digunakan untuk remaja yang jenis apa. Aman atau tidaknya vaksin nanti aka nada screening sebelum divaksin. Vaksin memang dilakukan dua kali,” jelasnya.

Sesi akhir acara ini adalah pemberian dorprice untuk dua penanya terbaik masing-masing mendapatkan pulsa 50.000. Pemenang dorprice adalah Hafid Indra Pramana dan Fajrul Fallah. (*)

BERITA REKOMENDASI