211 Pustakawan Ikuti Webinar Tata Kelola Perpustakaan Sekolah Muhammadiyah

BANTUL, KRJOGJA.com – Sebanyak 211 orang pustakawan dari SMA/SMK/Madrasah, SD Muhammadiyah dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah seluruh Indonesia mengikuti webinar tentang ‘Tata Kelola Perpustakaan Sekolah Muhammadiyah’. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini berlangsung 29, 30 Juli, dan 4 Agustus 2020.

Ketua Program Pengabdian Dr Ir Gatot Supangkat MP IPM dari Program Profesi Insinyur UMY mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan perhatian terhadap pengembangan perpustkaan sekolah dan pemanfaatannya melalui Gerakan Literasi.

“Kegiatan diselenggarakan dengan bentuk Webinar selama 3 (hari) dengan narasumber Drs. Lasa Hs, M.Si. (Pustakawan Utama/Prof. Perpustakaan) Kepala Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Abdul Wahid Aziz-Ketua Asosiasi Tenaga Perpustakaan Indonesia (ATPUSI) DIY.

Antusias peserta terhadap materi yang diberikan cukup tinggi, hal ini ditunjukkan dengan respon peserta saat pelaksanaan webinar tidak kurang dari 40 % peserta aktif tiap harinya. Webinar ini juga memberikan medium untuk sharing pengalaman pengelolaan perpustakaan sekolah yang telah diterapkan selama ini. Hal lain yang menguatkan keberhasilan webinar yakni semua peserta menghendaki adanya tindak lanjut dari kegiatan webinar yang berupa pendampingan teknis langsung atau secara luring (luar jaringan/offline).

Semuanya sepakat bahwa pengembangan perpustakaan dengan perhatian utama Tata Kelola Perpustakaan menjadi hal yang penting, mengingat dalam akreditasi merupakan komponen penilaian dengan proporsi paling besar. Program ini juga dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMY di beberapa sekolah Muhammadiyah wilayah Kabupaten Kulonprogo, DIY dengan tema “Muhammadiyah Mengajar”.

Implementasi program ini dalam bentuk kegiatan seminar secara daring denga tema “Kepustakawanan dan Gerakan Literasi Sekolah”. Seminar ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan perhatian terhadap pengembangan perpustkaan sekolah dan pemanfaatannya melalui Gerakan Literasi. Arda Putri Winata MA. (Pustakawan Teladan Tingkat Nasional) dari Perpustakaan UMY dihadirkan sebagai narasumber yang sangat kompeten dalam bidang perpustakaan. Webinar ini diikuti sebanyak 33 orang peserta, yang terdiri dari guru, petugas perpustakaan sekolah, dan mahasiswa KKN sebagai pendamping.

Beberapa poin tanggapan mengenai seminar kepustakawanan dan gerakan literasi sekolah secara umum menganggap memiliki nilai manfaat mengenai pengelolaan dan pemberdayaan perpustakaan di sekolah. Hal tersebut ditandai dengan terjawabnya kendala yang terdapat pada perpustakaan di masing-masing sekolah. Pengelolaan dan desain perpustakaan menjadi gambaran baik bagi kami mahasiswa dan mitra sekolah dalam menciptakan lingkungan yang menarik bagi peserta didik. Antusiasme peserta cukup tinggi mengingat di kasus SD tersebut perpustakaan belum dikelola secara professional sehingga banyak hal didiskusikan via zoom. Diskusi ini juga berlanjut setelah webinar berakhir melalui kontak wa dengan Ibu Arda secara langsung terkait pengelolaan perpustakaan sekolah oleh pengelola perpustakaan tersebut.

Kesimpulan dari webinar ini adalah perpustakaan merupakan prasarana pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat sentral peranannya. Sebagian besar pepustakaan sekolah/madrasah Muhammadiyah belum terakreditasi oleh Perpustakaan Nasional RI sehingga layanan yang diberikan juga belum memenuhi standar nasional. Permasalahan yang menjadikan sebagian besar sekolah/madrasah Muhammadiyah belum terakreditasi, yakni pada umumnya tata kelola standar perpustakaan yang belum dipahami.

Tata kelola dalam penilaian akreditasi menjadi poin penting dan memiliki proporsi paling tinggi. Metode pelaksanaan dilakukan dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan. Hasil yang dicapai yakni mitra sepakat dengan program pelatihan dan pendampingan yang ditawarkan. Bimbingan Teknis Akreditasi Perpustakaan Sekolah/Madrasah diikuti oleh Pengelola Perpustakaan Sekolah/Madrasah Muhammadiyah seluruh Indonesia dengan hasil sangat antusias dan memuaskan yang ditunjukkan dengan 74% peserta aktif berdiskusi.

Antusiasme peserta juga ditunjukkan oleh hasil evaluasi pelatihan Tata Kelola Perpustakaan Sekolah/Madrasah, yaitu 94,1% materi sesuai/sangat sesuai, 100% sesuai tujuan yang diharapkan, 88,2% dapat diterapkan dalam pekerjaan, dan di atas 85% pengelolaan pelatihan dikatakan baik dan sangat memuaskan. Komunikasi yang berlanjut paska program seputar tata kelola perpustakaan menjadi bukti program pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan sangat bermanfaat dalam pengembangan perpustakaan sekolah/madrasah Muhammadiyah. (*)

BERITA REKOMENDASI