BEM KM UMY Gelar FGD Tentang Demokrasi Indonesia

BANTUL, KRJOGJA.com – Mahasiswa sebagai kaum akademisi berperan untuk menjaga stabilitas keadilan demokrasi yang senantiasa hadir dalam perubahan bangsa. Yogyakarta dengan kekayaan budaya dan kearifan lokalnya menjadi modal utama dalam menarasikan demokrasi dengan segala sosial kultur yang ada. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang tergabung dalam BEM KM UMY sebagai bagian dari kaum akademisi yang berada ditengah tengan sosial kultur Yogyakarta mengadakan FGD Demokrasi dengan tema ‘Perjalanan Demokrasi dan Sosial Kultur Yogyakarta’ pada hari Sabtu 23 Oktober 2021 di Ngesis Coffe Kasihan Bantul.

Kegiatan FGD mengangkat tema ‘Perjalanan Demokrasi dan Sosial Kultur Yogyakarta’ menghadirkan pemateri Pegiat KISP (Komite Independen Sadar Pemilu) M Iqbal Kathami SIKom menyampaikan sub tema ‘Demokrasi dalam Paradigma Hukum dan Negara’ dan Mutia Iftiyani (Menteri Kastrad BEM KM UMY 2020-2021) dengan menyampaikan sub tema yang kedua ‘Demokrasi dalam Paradigma Sosial Kultur Yogyakarta’.”Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang anggota BEM KM UMY dan juga diselenggakan via zoom meeting,” jelas Robby Arsi Pamungkas (Wakil Mentri Luar Negeri BEM KM UMY) selaku Panita FGD.

Pada kesempatannya M. Iqbal Kathami, S.I.Kom menyampaikan sulit untuk menunjukkan suatu hubungan yang sistematis antara pola budaya tertentu dengan prevelensi demokrasi, sistem budaya merupakan subjek perubahan yang dinamis. “Ada dua unsur demokrasi yaitu konsistensi antara parpol dan calon pemimpin, dan partisipasi warga. Masyarakat Indonesia meyakini bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan terbaik menurut kategori evaluasi berikut: kebebasan berpendapat berserikat dan berkumpul, memilih pemimpin melalui pemilu, ketaatan pemerintah terhadap konstitusi, dan kebebasan media masa,” ujarnya.

Sedangkan Mutia Inftiani pada materi selanjutnya menyampaikan sosial kultur adalah suatu proses yang menyangkut antara manusia dengan kebudayaan. “Tata krama serta budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan kesantunannya seharusnya mampu menjadi pioner dalam penegakan demokrasi yang mapan dan menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan sendi kemasyarakatan,” terangnya.

“Harapannya mahasiswa mampu mengkaji secara lebih luas dan mendalam terkait permasalahan-permasalahan demokrasi dalam sudut pandang kacamata hukum dan sosial kultur masyarakat Yogyakarta saat ini”, pungkasnya.(*)

BERITA REKOMENDASI