KKN-PPM UMY Ajarkan Model Pemantauan Pasien Prolanis Via Sosmed Selama Pandemi

Editor: Agus Sigit

Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) prodi Pendidikan Dokter/Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY menggelar program MODEL PEMANTAUAN PASIEN PROLANIS SELAMA PANDEMI COVID-19 DI LAYANAN PRIMER.

Ketua Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) sekaligus dosen prodi Pendidikan Dokter/Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY, Mahendro Prasetyo Kusumo, Dr. dr., M.M.,FISPH., FISCM., AIFO-K mengatakan kegiatan digelar
23 Februari-08 Maret 2021 dengan peserta pasien Prolanis yang terdaftar di Puskesmas Pundong untuk melakukan pemantauan kesehatan terhadap Pasien HT dan DM menggunakan aplikasi WhatsApp.

“Pengabdian masyarakat dimulai dengan studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Pundong. Studi pendahuluan tersebut bertujuan untuk memperoleh data pasien DM dan HT yang terdaftar sebagai peserta prolanis. Tahap selanjutnya, dilakukan identifikasi melalui  wawancara dengan salah satu petugas kesehatan program prolanis tentang pemantauan pola makan, pola istirahat dan aktivitas, kepatuhan obat serta edukasi yang sudah dilakukan oleh Puskesmas,” katanya.

Ditambahkan pemantauan pasien prolanis berbasis WA dilakukan kepada dua belas pasien DM dan HT. Pemantauan dilakukan setiap hari pukul 07.00-10.00 WIB yang dimulai dari 23 Februari sampai dengan 8 Maret 2021.  Hasil pemantuan pasien prolanis menyimpulkan bahwa sebagian besar pasien sudah dapat melakukan kontrol pola makan dan minum obat secara teratur, walaupun sebagian besar kurang melakukan olahraga.

“Selain ini, kami juga melakukan pemantauan dalam bentuk edukasi kesehatan berbasis WA dalam bentuk video. Pasien dapat berkonsultasi dengan cara menuliskan semua keluhan yang dirasakan, bahkan pasien dapat melakukan video call,” tambahnya.

Penderita HT dan DM merasa terbantu karena dapat melakukan konsultasi kesehatan serta dipantau secara online sehingg walaupun dalam kondisi pandemi, derajat kesehatan penderita DM dan HT dapat terpantau.

“Pemantauan pasien prolanis berbasis aplikasi WA yang dilakukan di Puskesmas Pundong Kabupaten Bantul memberikan manfaat yang sangat besar bagi pasien, keluarga pasien dan bagi Puskesmas Pundong,” pungkasnya.

 

 

 

BERITA REKOMENDASI