KKN-PPM UMY Bekali Pengetahuan Kader Tentang Kontrol Pola makan

Editor: Agus Sigit

Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) prodi Pendidikan Dokter/Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY menggelar kegiatan Pemberdayaan Kader melalui Metode Demonstrasi tentang Kontrol Pola Makan untuk Meningkatkan Perilaku Hidup Sehat. Kegiatan diikuti Kader kesehatan Kalurahan Sendangtirto, Kecamatan Berbah Kabupaten Sleman berjumlah 15 orang.

Ketua PPDM sekaligus Dosen prodi Pendidikan Dokter/Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY, Mahendro Prasetyo Kusumo, Dr. dr., M.M., FISPH., FISCM., AIFO-K mengatakan kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader tentang pentingnya kontrol pola makan dalam pengendalian PTM.

“Pengabdian masyarakat dilakukan di Kalurahan Sendangtirto, Kecamatan Berbah Kabupaten Sleman. Pengebdian tersebut diawali dengan melakukan sosialisasi tentang pentingnya kontrol pola makan. Sasaran sosialiasasi adalah seluruh kader di Kalurahan Sendangtirto Kecamatan Berbah Kabupaten Sleman,” katanya.

Ditambahkan penyampaian materi menggunakan metode ceramah  yang dilanjutkan dengan demonstrasi. Penyampaian materi dilakukan selama satu jam, yang terdiri dari lima belas menit pemaparan materi kontrol pola makan dan empat puluh lima menit terakhir digunakan untuk tanya jawab.

Setelah pemaparan materi, kader dilatih untuk melakukan pemilihan dan pengolahan makanan menggunakan metode demonstrasi secara online. Metode demontrasi tersebut menggunakan viduo untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19.

“Tim pengabdian juga memberikan alat pemeriksaan glukosa darah dan tensimeter dalam kondisi baru. Tujuan pemberian alat-alat tersebut agar kader dapat melakukan pemeriksaaan secara mandiri kepada penderita PTM di Kalurahan Bangunkerto,” tambahnya.

Pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader tentang kontrol pola makan yang sehat untuk mengendalikan PTM. Selain itu, Kader juga memiliki ketrampilan tambahan dalam melakukan pemantauan tekanan darah, glukosa darah, dan berat badan masyarakat sekitar. Hal ini perlu dilakukan karena peningkatan tekanan darah, peningkanan glukosa darah dan peningkatan berat badan merupakan faktor resiko utama terjadinya PTM.

BERITA REKOMENDASI