KKN-PPM UMY Berdayakan UMKM dan Warga Gemawang Temanggung

Editor: KRjogja/Gus

Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UMY menggelar program pemberdayaan UMKM di desa jambon, Gemawang, Temanggung. Kegiatan bertajuk ‘SINERGI UMKM DAN MASYARAKAT DALAM UPAYA OPTIMALISASI POTENSI DESA JAMBON’ ini diikuti pelaku usaha UMKM Kopi Mak Ridjah & Mister Farmer dan anggota PKK Desa Jambon.

Penanggungjawab kegiatan sekaligus dosen Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY mengatakan tujuan pengabdian ini adalah membatu UMKM dalam mengembangkan tata kelola keuangan dan mensinergikan UMKM dengan PKK desa jambon dalam membangun jiwa kewirausahaan ibu-ibu PKK sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

“Desa Jambon memiliki potensi di berbagai bidang, hal ini dikarenakan keadaan alamnya. Kekayaan alam yang ada dimanfaatkan penduduk desa Jambon untuk berkebun kopi, yang menghasilkan kopi arabika dan rodusta sehingga potensi ini harus dimanfaatkan dengan baik bagi kesejahteraan warga,” katanya.

Dari hasil survei yang dilakukan oleh tim yang diketuai oleh Dr. Ietje Nazaruddin dengan anggota Fitri Wahyuni M.Si, dan Ilham Maulana Saud M.Si dengan dibantu oleh tim KKNIT Reguler 040 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menunjukkan UMKM menghadapi permasalahan karena adanya pandemi covid 19, yang menyebabkan terjadinya penurunan pendapatan. Tim juga melakukan survei terhadap organisasi kemasyarakatan yaitu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) dan terlihat bahwa PKK belum dapat optimal didalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan keluarga.

“Beberapa program pengabdian yang dilakukan guna mengatasi permasalahan ini adalah memberikan pelatihan dasar untuk meningkatkan tata kelola UMKM dan branding maupun digital marketing. Untuk PKK dilakukan pendampingan kewirausahaan diantaranya kerajinan ecoprint dengan memanfaatkan hasil perkebunan kopi serta membangun kerjasama dengan UMKM yang ada,” katanya.

Hasil wawancara pada UMKM menunjukan mereka terbantu dengan program kegiatan ini serta terjadi peningkatan omset sebesar 40% dari kondisi sebelumnya. Pengabdian ini turut diapresiasi oleh Mitra maupun PKK desa jambon dan mereka mengharapkan adanya keberlanjutan program pengabdian. (*)

 

BERITA REKOMENDASI