KKN PPM UMY Dampingi Takmir Reaktivasi TPA di Kukap Srandakan

BANTUL, KRJOGJA.com – Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melakukan pendampongan takmir masjid dalam reaktivasi Taman Pendidikan Al-Quran di Pedukuhan Kukap, Poncosari, Srandakan, Bantul. Kegiatan ini berlangsung sejak Januari 2020 dalam berbagai rangkaian kegiatan.

Koordinator Program KKN PPM UMY Cahyo Setiadi Ramadhan yang juga Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam mengatakan rangkaian kegiatan yaitu pengajian peresmian, pelatihan ustadz. Kegiatan sempat terhenti karena kondisi pandemi.

Saat pengajian peresmian, tidak kurang 100 masyarakat hadir. Peserta pelatihan yaitu remaja sebagai penggerak TPA, masyarakat dewasa sebagai wali santri, dan anak-anak sebagai santri.

Selain itu 14 pengurus TPA yang juga mengikuti pelatihan-pelatihan ustadz, 40-an orang santri dan orang tua/wali yang mengikuti kegiatan koordinasi awal kemudian ikut dalam kegiatan TPA.            Untuk menghidupkan kembali TPA di Pedukuhan Kukap, Poncosari, Bantul.

“Kegiatan dimulai dari koordinasi dengan tokoh masyarakat khususnya pemuda untuk merumuskan kegiatan yang perlu dilakukan untuk menghidupkan kembali Taman Pendidikan Al-Quran,” kata Cahyo Setiadi.

Berdasarkan diskusi tersebut disepakati bahwa remaja akan menjadi pengelola TPA dengan bimbingan dari Ustadz TPA dahulu yaitu Bapak Robbani. Terbentuk pula kepengurusan TPA yang baru dikomandoi oleh Saudara Nazmi. Setelah terbentuk kepengurusan maka dilakukan silaturrahmi kepada para calon wali santri agar putera puteri mereka dapat dididik di TPA yang baru. Semua calon wali santri yang juga masyarakat Kukap senang dan menyetujui putera atau puterinya untuk belajar al-Quran di TPA.

Pada 20 Januari 2020 dilakukan pengajian bersama Ustadz Hidayaturrahman, M.Pd. sekaligus peresmian TPA. Kegiatan TPA akan menggunakan nama dari TPA terdahulu yaitu An-Nabila. Kegiatan TPA dibina oleh Takmir dan pengurus Takmir berkomitmen untuk mendukung kegiatan TPA. Dalam pengajian tersebut, Ustadz Hidayaturrahman juga  memotivasi masyarakat untuk mendukung TPA dengan menitipkan anak-anaknya untuk dididik di TPA An-Nabila.

Setelah peresmian, kegiatan TPA berjalan sepekan tiga kali. Ustadz dan ustadzah TPA juga mengikuti kegiatan pelatihan yang dilakukan di Lembaga AMM Kotagede. Kegiatan pelatihan dilakukan dua kali pada Bulan Januari 2020.  Dari pelatihan di AMM Kotagede, para ustadz dan ustadzah muda mendapatkan enam modul kecil mengenai pengelolaan TPA, kurikulum TPA, pengelolaan kelas, tajwid, tartil, dan teknik bercerita. Semua materi tersebut dipandang perlu bagi para ustadz dan ustadzah sebagai bekal untuk mengurus TPA dan menjalan peran sebagai Ustadz.

Setelah kegiatan tersebut, antara tim pengabdian dan koordinator kegiatan masih berkonsultasi. Konsultasi dilakukan untuk masalah-masalah yang dihadapi. Pandemi Covid-19 yang mulai merebak pada akhir April 2020 memunculkan kemandegan dalam TPA. Hal ini dikarenakan orang tua khawatir apabila anak-anak mereka keluar rumah dan berkegiatan TPA.

Dukuh pedukuhan Kukap yaitu Drs. Ali Rubiyanto, menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh tim dari UMY. Beliau merasa TPA tersebut bermanfaat bagi masyarakat khususnya generasi muda di lingkungannya. Pernyataan tersebut sama dengan pernyataan ketua Takmir yang siap mendukung kegiatan TPA dan mem-back up TPA.

Pengelola TPA, saudara Nazmi menyambut baik dan berterimakasih atas berbagai pendampingan yang dilakukan oleh tim pengabdi dan menyayangkan kondisi pandemi yang tidak mendukung kegiatan TPA untuk berlangsung. Namun, Nazmi bertekad untuk terus menghidupkan TPA terutama ketika pandemi berakhir nantinya.

Kegiatan yang dilakukan di Pedukuhan Kukap dapat dikatakan berhasil. Kegiatan TPA dapat diadakan kembali dan mendapatkan dukungan serta antusiasme warga. (*)

BERITA REKOMENDASI