KKN-PPM UMY Gelar Penyuluhan IUD di Imogiri Bantul

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRjogja.com – Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar Penyuluhan Keamanan dan Efek Samping IUD bagi akseptor IUD di wilayah puskesmas Imogiri I. Mengingat kondisi lokasi geografis wilayah yang tidak mendukung, maka kegiatan digelar secara online melalui Whatsapp Group.

Ivanna Beru Brahmana selaku penanggungjawab kegiaatan dari Prodi Pendidikan Dokter/ FKIK UMY mengatakan seharusnya kegiatan penyuluhan di masa pandemi ini akan dilakukan melalui zoom atau ms teams, namun terkendala jaringan. Selain itu wa dipandang lebih akrab digunakan oleh seluruh peserta daripada aplikasi lainnya.

“Kegiatan dimulai dengan pretest pemahaman peserta tentang IUD dan kemungkinan komplikasi IUD yang disebut dengan translokasi IUD. Setelah pretest selesai, dilanjutkan penyuluhan oleh 2 narasumber, yaitu dr. Ivanna Beru Brahmana, SpOG(K) yang membahas tentang apa dan bagaimana IUD dan menjelaskan tentang daftar tilik untuk evaluasi IUD secara mandiri oleh akseptor,” katanya.

Narasumber kedua adalah dr. Ana Majdawati, MSc., SpRad(K) yang membahas tentang translokasi IUD. Kedua narasumber adalah dosen tetap di Prodi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran & Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY).

Penyuluhan disambut antusias oleh peserta dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh peserta. Tenaga kesehatan puskesmas Imogiri I yang juga hadir sebagai peserta kegiatan juga membantu memberikan jawaban seputar kegiatan KB yang dilaksanakan di Puskesmas Imogiri I.

“Dengan adanya sosialisasi evaluasi mandiri terhadap IUD yang dipakai akseptor diharapkan bila terdapat keluhan ataupun efek samping pemakaian IUD dapat diketahui secara dini oleh akseptor. Penyuluhan juga diharapkan dapat menambah wawasan peserta penyuluhan yaitu sebagai akseptor IUD mereka akan lebih memahami kapan dan bagaimana untuk mengevaluasi IUD yang dipakainya dan bila terjadi risiko atau efek samping pemakaian IUD akan diketahui sejak dini,” kata dr. Sita selaku Kepala Puskesmas Imogiri I.

BERITA REKOMENDASI