KKN-PPM UMY Implementasikan ‘Flipped Lesson’ dalam Pembelajaran Alquran

KULONPROGO, KRJOGJA – Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berlangsung di Dusun Turus, Tanjungharjo, Nanggulan, Kulon Progo dan 1 Maret 2020 – 1 Juni 2020. Melalui kegiatan ini juga dikenalkan metode Flipped Lesson untuk Implementasi Pembelajaran Alquran dengan Mengembangkan Website Learning.

Ketua KKN-PPM Titis Wisnu Wijaya yangjuga dosen Teknologi Informasi UMY mengatakan kegiatan ini diikuti 25 peserta. “Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, memunculkan ide untuk menerapkan metode flipped lesson atau biasa dikenal dengan flipped classroom atau flipped learning,” kata Wisnu dalam siaran pers yang diterima KRJogja.com.

Flipped lesson merupakan model pembelajaran yang membalik metode tradisional, dimana biasanya materi diberikan di kelas dan siswa mengerjakan tugas dirumah. Dalam flipped lesson, materi diberikan terlebih dahulu melalui video pembelajaran yang harus disaksikan dan dipelajari secara mandiri di rumah.

Sebaliknya sesi belajar tatap muka digunakan untuk diskusi kelompok, mengulas materi dan mengerjakan latihan. Tersedianya materi dalam bentuk audio – visual memberikan kebebasan pada pengguna untuk mengulang materi kapan saja pada bagian yang belum dapat dipahami dengan baik. Hal ini sesuai dengan gaya belajar generasi Z yaitu visual, teknologi, inovasi, konkret dan kritis.

Tema yang diangkat dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat yaitu, “Implementasi Pembelajaran Al-Qur’an Menggunakan Flipped Lesson dengan Mengembangkan Website Learning” ini dapat berjalan dengan baik.

Program ini dilaksanakan di TPA Al-Iman dusun Turus, Tanjungharjo, Nanggulan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. TPA Al-Iman memiliki dua pengajar tetap dan 25 peserta didik aktif. Setelah menentukan kriteria sampel pengabdian, ada 17 peserta didik yang sesuai dengan analisis kebutuhan dengan memiliki kemampuan dan secara teknis mengoperasikan website learning sebagai media pembelajaran Al-Qur’an dengan metode flipped lesson.

Media pembelajaran website learning ini diberi nama sinaudewek.com. Filosofi dari nama website learning yaitu diambil dari Bahasa Jawa Banyumasan atau Bahasa Penginyongan atau yang lebih dikenal dengan Bahasa Ngapak. Dalam Bahasa Indonesia kata “sinau” bermakna “belajar”, sedangkan kata “dewek” bermakna “sendiri”. Sehingga apabila disatukan menjadi “belajar sendiri”, sesuai dengan metode flipped lesson yang diterapkan dimana peserta didik dapat mengakses, mempelajari secara berulang kali melalui platform website learning sinaudewek.com.

Pelaksanaan program berjalan dengan pendampingan selama dua bulan efektif tidak berturut-turut dengan adanya kendala pandemi COVID-19. Total pertemuan aktif dengan pendampingan menggunakan metode ini berjumlah 24 pertemuan. Pendampingan berjalan secara langsung dan tidak langsung melalui WhatsApp grup maupun telepon seluler.

Pengabdi sangat berharap kegiatan akan terus berlanjut secara mandiri hingga peserta didik semakin bertambah dan termotivasi untuk belajar Al-Qur’an. Tidak hanya itu, TPA Al-Amin bisa menjadi role model bagi TPA yang lainnya dalam melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif. (*)

BERITA REKOMENDASI