KKN UMY Bentuk ‘Bunda Sawah’ di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Tim Kelompok Kuliah Kerja Nyata 114 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KKN UMY) membentuk ‘Bunda Sawah’ yang memproduksi makanan olahan terbuat dari pisang di Gunungkidul. Anggotanya adalah anak muda di Dusun Sawah, Desa Krambilsawit, Saptosari Gunungkidul yang sebagian sudah melek teknologi.

Pembentukan kelompok ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan Pengolahan Pisang dan Ketela Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Warga Dusun Sawah, Desa Krambilsawit, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul. Program ini merupakan  skema Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UMY yang berlangsung 21-22 Januari lalu di Balai Dusun Sawah.

“Kegiatan yang kami laksanakan yaitu pembuatan produk olahan dari pisang berupa keripik pisang, sosialisasi pemasaran produk, serta pembentukan Kelompok Bunda Sawah,” kata Jazaul Ikhsan selaku dosen Jurusan Teknik di UMY yang bertanggungjawab pada program di Dusun Sawah.

Menurut Jazaul, kegiatan dimulai dengan mengolah pisang menjadi keripik pisang, kemudian memberikan pengetahuan dan arahan kepada masyarakat Dusun Sawah tentang teknik pemasaran produk. Tim KKN 114 mengundang Hery Sulistyo dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunung Kidul sebagai narasumber.

Setelahnya, perwakilan masyarakat diajak untuk melakukan pemasaran produk ke beberapa lokasi strategis seperti Pantai Ngobaran dan menitipkan warung sekitar serta toko yang menjual macam-macam camilan dan makanan ringan yang ada di Imogiri.

Kegiatan yang terakhir membentuk sebuah kelompok yang bernama Bunda Sawah yang kegiatannya berfokus pada pembuatan serta penjualan produk olahan dari pisang. Pembentukan kelompok tersebut bertempat di Masjid RT 3 Dusun Sawah pada Senin (27/1/2020). Dengan ditunjuknya Ibu Asih sebagai ketua kelompok tersebut.

Kelompok tersebut berisikan beberapa Ibu-Ibu dan pemuda yang ada di Dusun Sawah. Dengan hadirnya pemuda yang notabene melek dengan teknologi, diharapkan dapat membantu proses pemasaran dari produk olahan dari kelompok Bunda Sawah dan menjangkau pelanggan yang lokasinya jauh dari Dusun Sawah.

“Warga diajari melakukan penjualan secara online dan promosi produk melalui media sosial,” jelas Jazaul.

Sehingga setelah dilakukan penarikan kelompok KKN 114 UMY dari Dusun Sawah, diharapkan masyarakat setempat dapat meneruskan kegiatan tersebut dan dengan dilibatkannya pemuda sekitar dapat membuka peluang bagi mereka untuk ikut berperan dalam meningkatkan perekonomian Dusun Sawah di masa yang akan datang.

“Di dusun ini terdapat pohon pisang dengan jumlah yang cukup banyak, dan masyarakat disini menjualnya langsung tanpa diolah. Dengan kegiatan pengolahan ini, semoga dapat meningkatkan harga jual dari pisang tersebut dan memberdayakan masyarakat di Dusun Sawah” ujar Kepala Dusun Sawah, Supriyanto.

Ketua Kelompok ‘Bunda Sawah’ Asih, berharap setelah program pengabdian UMY yang dikoordinasi oleh Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY  usai, diharapkan masyarakat sudah bisa meneruskan program tersebut dengan melibatkan pemuda dusun. Sehingga punya peran dalam meningkatkan perekonomian di Dusun Sawah.

“Dengan dibentuknya kelompok ini, saya harap tali silaturahmi ibu-ibu Dusun Sawah semakin erat dan menjadi ibu-ibu disini menjadi semakin kreatif” ujar Asih selaku ketua kelompok ketua kelompok. (*)

BERITA REKOMENDASI