PKM UMY Berantas Buta Aksara Hijaiyyah

BANTUL, KRJOGJA.com – Program pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan program pemberantasan buta aksara Hijaiyyah kepada ibu-ibu Jamaah Pengajian Masjid Al Mubarok, RT 002, Tegalrejo, Tamantirto, Kasihan Bantul. Program tersebut berlangsung 15 Oktober 2019 – 10 Maret 2020.

Penutuan resmi dengan penyerahan sarana belajar berupa meja belajar, buku iqra dan BUku Aku Pintar Membaca dilakukan, 9 Septembe 2020.

Menurut Ketua Program Kemitraan Masyarakat Kholifatul Fauziah yang juga Dosen KPI UMY, program pemberantasan buta aksara huruf hijaiyyah pada kaum ibu Jamaah Pengajian Masjid Al Mubarok ini ditujukan untuk mengurangi tingkat buta aksara huruf Arab (hijaiyyah) pada kaum ibu di lingkungan sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Kegiatan diikuti 19 peserta aktif yang terdiri tiga jenis kegiatan yaitu pelatihan Baca Al Qur’an dengan Metode CBSA (Cara Belajar Santri Aktif) Buku Iqra’. Targetnya adalah meningkatkan kompetensi peserta pelatihan dalam mengenali serta melafadzkan huruf-huruf hijaiyaah sesuai dengan makharijul huruf. “Secara spesifik, pelatihan ini menargetkan agar kaum ibu peserta pelatihan dapat lolos EBTA Jilid 1 Buku Iqra’ dengan baik,” kata Kholifatul Fauziah.

Pemberian Motivasi Belajar. Hal ini dilakukan dengan memberikan taushiyah sebelum dan atau sesudah pertemuan dimulai. Tujuannya adalah untuk menjaga motivasi belajar peserta pelatihan agar aktif datang dan memenuhi target yang diharapkan.

Ketiga pengembangan manajemen program. Tujuannya adalah agar pelatihan tersebut berjalan efektif, sesuai kebutuhan dan terukur tingkat keberhasilannya. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan proses input – throughput – output.

Pada proses input, para peserta diberikan pre-test membaca Al Qur’an agar terpetakan level kebutuhan peserta yang paling mendesak dari peningkatan kemampuan membaca Al Qur’an. Pada proses throughput, peserta diberikan motivasi belajar pada setiap pertemuan serta pencatatan secara tertib pencapaian peserta pada kartu prestasi Iqra’.  Adapun pada proses output, dilakukan pengukuran secara kuantitatif pada tingkat keberhasilan para peserta dalam melewati EBTA jilid 1 buku Iqra’.

 

Adapun pengukuran output secara kualitatif dilakukan dengan memberikan survey tingkat kepuasan program pada perwakilan dari mitra pengabdian. “Kami berharap dengan diadakannya TPA ibu-ibu, supaya ibu-ibu di sini bisa membaca Al Qur’an. Ke depannya, kalau kita sudah lancar, kita bisa mengadakan tadarus. Jadi kita membacanya serampangan gitu lo. Belum tahu ini keluarnya dari sebelah mana, dari sebelah mana gitu. Ada juga yang sudah lancar, sudah lancar-lancaran. Tapi memang ada yang masih dari 0, belum bisa membaca blas, bervariasi,” kata  Jumini, Peserta Pelatihan, Takmir Masjid Al Mubarak bagian Pendidikan.

Peserta yang lain, Halimah mengatakan, ia bisa tahu dan lebih lancar lagi dalam membaca Alquran. (*)

BERITA REKOMENDASI