PKM UMY Beri Pelatihan Pewarnaan Batik Pewarna Alami

YOGYA, KRJOGJA.com – Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta berlangsung di Tegal Panggung, Kota Yogyakarta 1 Maret – 1 Agustus 2020. Kegiatan yang diadakan berupa pelatihan pewarnaan batik menggunakan pewarna alami.

Ketua program Sudarisman yang juga Dosen Teknik Mesin Fakultas Teknik UMY mengatakan sasaran kegiatan adalah perajin batik dan kain. Peserta tidak hanya didampingi soal pembuatan motif batik, namun juga definisi batik yang merupakan proses perintangan warna.

Lilin yang dilukiskan pada kain katun mori menjadi media yang menutupi pori-pori kain sehingga warna tidak dapat meresap pada daerah tersebut. Kegiatan ini merupakan pengembangan kepada pengrajin batik, dan edukasi kepada masyarakat proses pewarnaan pada batik yang menggunakan bahan pewarna alami sehingga bernilai lebih estetis dan harga jual lebih tinggi.

Selain itu, hal ini sebagai bahan edukasi bahwa batik bukan hanya motif, namun proses perintangan warna. Motif-motif corak batik tetapi diproduksi dengan proses printing warna di atas kain tidak bisa disebut batik.

“Kegiatan ini dimulai dari pembuatan kain batik yang belum diwarna. Motif batik dibuat menggunakan cap (stempel dengan motif corak batik). Cap tersebut akan ditempelkan ke cairan lilin, kemudian ditempel di atas kain mori,” ujar Sudarisman.

Setelah proses pembuatan corak batik diatas kain, selanjutnya proses pewarnaan. Untuk mendapatkan warna yang tajam, proses pencelupan harus dilakukan berulang kali antara 6-8x proses celup (setelah celup, lalu dikeringkan).

Selanjutnya proses pelorotan (pembersihan lilin yang menempel di atas kain) menggunakan air panas, mendidih, sehingga lilin akan mencair, dan kain menjadi bersih dari lilin. Daerah yang tertutup lilin akan mempertahankan warna kain sebelum ditutup oleh lilin.

Program ini sangat baik, dengan pembuatan video edukasi tentang pewarnaan alami, memudahkan pengrajin menunjukkan proses ini terhadap calon konsumen. Hal ini mampu meyakinkan konsumen bahwa kain batik dengan warna alam akan memiliki harga jual yang lebih mahal. Proses ini memang lebih sulit dibandingkan dengan proses pewarnaan menggunakan pewarna kimia.

Batik dengan pewarnaan alami menghasilkan tone warna pastel yang kalem, hal ini memiliki nilai seni tersendiri, dan proses pewarnaan menggunakan warna alam lebih sulit dibanding pewarna kimia. Seni pewarnaan ini sebagai edukasi proses batik yang dilakukan sejak leluhur bangsa ini. (*)

BERITA REKOMENDASI