PKM UMY Beri Penyuluhan Deteksi Dini Kanker Payudara

BANTUL, KRJOGJA.com – Sebanyak 40 warga Tamantirto Utara, Kasihan Bantul, mengikuti penyuluhan yang merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kegiatan penyuluhan tersebut terkait dengan kepedulian pencegahan dan deteksi dini payudara.

Ketua Program Pengabdian dr Anggita Putri Kantilaras SpRad(K)RI yang juga dosen Prodi Kedokteran UMY mengatakan kegiatan yang berlangsung Juli 2020 diikuti kader PKK Aisiyah Tamantiro Utara. “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperbaiki tingkat kesadaran (awareness) ibu-ibu warga setempat dengan adanya benjolan di payudara,” kata dr Anggita.

Pada pertemuan pertama, diadakan penyuluhan dengan peserta ibu-ibu warga setempat tentang sebab, tanda dan gejala kanker payudara. Penyuluhan dimulai dengan menjelaskan tentang arti istilah tumor, tumor jinak dan tumor ganas.

Selanjutnya diadakan pemeragaan pemeriksaan Sadari, peserta diberikan kesempatan untuk meraba dan mengenali suatu benjolan yang ada di manekin payudara.”Penyampaian materi disampaikan melalui video tentang pentingnya pemeriksaan USG payudara. Dalam video tersebut disampaikan macam pemeriksaan untuk mendeteksi ada tidaknya benjolan di payudara yang meliputi Sadari, USG payudara dan mammografi,” kata Anggita.

Narasumber juga menjelaskan tentang kelemahan pemeriksaan Sadari, sehingga menekankan pentingnya pemeriksaan USG payudara. Narasumber mempraktekkan teknis pemeriksaan payudara beserta persiapan yang perlu dilakukan sebelum USG. USG payudara dilakukan dengan menggunakan manekin payudara yang dipinjam dari Skill Lab FKIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Setelah video tersebut dibagikan di Whatsapp group, dibuka sesi tanya jawab selama 2 minggu sejak 29 Juli 2020. Pada hari pertama setelah video dishare, 20 kader menanyakan tentang kanker payudara. Pertanyaan yang diberikan sangat beragam, mulai dari macam-macam pemeriksaan untuk deteksi kanker payudara, makanan yang harus dihindari, bagaimana agar terhindar dari kanker, dan lain-lain. Narasumber yang terdiri dr Anggita, dr Ika dan dr Ranti menjawab pertanyaan tersebut melalui chat di Whatsapp group. Beberapa kader menanyakan  secara pribadi melalui WA untuk menjaga privasi masing-masing kader.

Setelah 2 minggu sejak materi video dishare, dibagikan kuesioner ke kader-kader tersebut yang berisikan tentang pengetahuan umum tentang kanker payudara. Nilai rata-rata dari 25 kader Aisyiyah Tamantirto Utara yang mengisi kuesioner ialah 79,98. Usia peserta bervariasi dari 31 tahun hingga 62 tahun. Kebanyakan kader berusia 51-60 tahun.

Sebanyak 6 dari 25 kader bahkan memiliki nilai 93,3. Setelah diberikan pengetahuan, maka terdapat peningkatan tingkat pengetahuan kader Aisyiyah. Untuk membekali dan memudahkan kader dalam mengingat akan deteksi dini kanker payudara, maka pada hibah pengabdian ini diberikan buku saku tentang Teknik pemeriksaan Sadari dan pentingnya USG payudara dalam deteksi dini kanker payudara.

Dalam buku tersebut dijelaskan tentang Teknik Sadari, persiapan USG payudara dan alur pemeriksaan apabila terdapat keluhan atau  ditemukan benjolan payudara. “Tokoh Masyarakat menyambut baik dengan adanya penyuluhan kesehatan ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dengan pemberian penyuluhan tentang deteksi dini kanker payudara, maka terdapat peningkatan tingkat pengetahuan Kader Aisyiyah Tamantirto Utara mengenai kanker payudara. Dengan adanya hibah buku mengenai Teknik Sadari dan pentingnya USG payudara, maka diharapkan akan meningkatkan  kewaspadaan kader Aisyiyah Tamantirto Utara. Semakin dini deteksi kanker payudara, maka akan mendapat penanganan lebih baik, sehingga angka kematian akibat kanker payudara menurun. (*)

BERITA REKOMENDASI