PKM UMY Buat Mesin Pengupas Sabut Kelapa

KULONPROGO – Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berlangsung di Dusun Kadigunung, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap, Kabubaten Kulon Progo. Program yang dilaksanakan mengusung tema  ‘PKM Mesin Pengupas Sabut Kelapa untuk Peningkatan Produktivitas Pupuk Organik Cair Sabut Kelapa’.

Ketua Program Pengabdian Rinasa Agistya Anugrah yang juga Dosen Teknologi Mesin Program Vokasi UMY mengatakan sasaran kegiatan yaitu  kelompok Tani di Dusun Kadigunung yang terbagi menjadi dua yaitu kelompok Tani Hutan (Poktan) Tani Makmur dan kelompok Wanita Tani Sedyorukun.

Kegiatan diikuti 20 Orang dengan kegiata utama pemberian teknologi tepat guna berupa mesin pengupas kelapa untuk meningkatkan produktivitas pembuatan pupuk prganik cair (POC) dari bahan baku sabut kelapa. “Dengan adanya mesin pengupas kelapa ini warga Kelompok Tani Dusun Kadigunung dapat mengupas kelapa dengan mudah dan cepat dimana di dusun ini sebagian besar lahan perkebunannya terdapat pohon kelapa,” kata Rinasa.

Pengumpulan limbah sabut kelapa dilaksanakan bersama-sama dengan warga dusun Kadigunung. Setiap warga yang memiliki lahan kelapa diminta untuk mengumpulkan kelapanya ke rumah kepala dukuh yang juga sebagai ketua kelompok tani di Dusun Kadigunung.

Pemberian Hibah Produk Teknologi Tepat Guna Berupa Mesin Pengupas Sabut Kelapa kepada masyarakat Dusun Kadigunung yang diwakili oleh Ketua Kelompok Tani sekaligus Kepala Dukuh Dusun Kadigunung. Kelapa yang sudah tua dikupas (dipisahkan sabut kelapa dengan batoknya) dengan menggunakan bantuan alat inovasi berupa Mesin Pengupas Sabut Kelapa yang bebas polusi, dan mudah dioperasikan, serta ramah lingkungan.

Dalam hal ini dilakukan penyuluhan tentang pengoperasian Mesin Pengupas Sabut Kelapa serta perawatannya. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat terampil dalam mengoperasikan mesin ini dan dapat memakainya dalam jangka waktu yang Panjang karena dapat merawatnya dengan baik sehingga tidak mudah rusak kedepannya. Selain itu warga juga memperhatikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam menggunakan alat tersebut. Kemudian diberikan penyuluhan tentang cara membuat Pupuk Organik Cair (POC) dari bahan baku sabut kelapa beserta pengemasannya.

Menurut M Khamim Selaku Ketua Kelompok Tani sekaligus Kepala Dusun Kadigunung program pengabdian ini membawa manfaat bagi warga dusun kadigunung. Beliau dan warga sangat senang karena mendapat hibah alat teknologi tepat guna dan pelatihan cara pengoperasikan alat tersebut dan perawatannya.

Selain itu warga juga sangat gembira dengan adanya penyuluhan tentang cara membuat Pupuk Organik Cair (POC) dari bahan baku sabut kelapa beserta pengemasannya.Kemudian Beliau juga menyampaikan banyak terima kasih kepada UMY dan Tim Pengabdian PKM Skema Khusus karena telah banyak memberikan ilmu dan manfaat bagi warga Dusun Kadigunung.

Semua Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Skema Khusus Tahun Pendanaan 2019-2020 oleh Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Dusun Kadigunung ini telah berhasil mencapai target yang diharapkan. Pelaksanaan telah dilakukan, walaupun pada awalnya direncanakan selama 6 bulan dengan harapan bulan Juli dapat selesai, namun sempat terdapat kendala pandemi covid-19 sehingga terpending proses pelaksanaannya menjadi 9 bulan yaitu dari bulan Januari 2020 sampai Oktober 2020.

Semua warga khususnya Kelompok Tani di Dusun Kadigunung ini sangat antusias dan semangat dalam menerima penyuluhan, mempraktikan keterampilan yang telah diberikan oleh tim pengabdi, dan mampu melanjutkan program pengabdian ini ke depan untuk mencapai masyarakat ekonomi produktif.

Masyarakat telah terampil dalam mengoperasikan dan merawat Mesin Pengupas kelapa yang telah dihibahkan oleh Tim Pengabdi serta telah mampu membuat POC sendiri dan memiliki pengetahuan pengemasan produk khususnya produk POC. Pemasaran produk POC sementara ini baru dipasarkan di kalangan kelompok Tani Kadigunung dan beberapa ke dusun lain yang juga sesama kelompok tani yang ada di sana. (*)

BERITA REKOMENDASI