PKM UMY Dampingi Inovasi Produk dan Kemasan Rumah Kaosan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melakukan pendampingan di Rumah Kaosan Dusun Mejing Wetan Desa Ambarketawang Gamping Sleman. Kegiatan sendisi sudah berlangsung 25 Agustus 2020.

Menurut Ketua PKM Safaah Restuning Hayati yang juga Dosen Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam UMY, pendampingan dalam bentuk inovasi produk dan kemasan. “Kegiatan ini juga bentuk pemberdayaan UMKM agar melakukan inovasi pada produknya,” kata Safaah Restuning Hayati.

“Tujuan pendampingan inovasi produk dan kemasan agar dapat meningkatkan nilai jual barang dan mampu bersaing di pasar global,” ujar Safaah dalam keterangan pers kepada KRjogja.com.

Kegiatan diawali dengan diskusi bersama mitra untuk membicarakan kendala dan menemukan solusinya. Kegiatan dilanjutkan dengan memberikan pelatihan inovasi desain produk bermuatan kearifan lokal dan religius.

Selain itu pelatihan inovasi kemasan juga dilakukan dengan mengubah kemasan konvensional dengan plastik bening menjadi kemasan kotak dari bahan kardus berdesain kekinian. Kegiatan selanjutnya adalah pendampingan inovasi produk dan kemasan serta evaluasi program agar program dapat memberikan kontribusi riil bagi mitra pengabdian. “Sangat terbantu dengan adanya PKM dari UMY karena dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan usaha kaos ini. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 daya saing usaha kami benar-benar diuji,” kata Handoko selaku pemilik Rumah Kaosan.

Setidaknya inovasi produk dan kemasan dapat meningkatkan daya jual produk kaos. Selain itu inovasi kemasan dengan desain kekinian dapat menarik minat konsumen.

“Kontribusi nyata dari PKM ini meningkatkan daya saing mitra (UMKM kaos) di tengah pandemi Covid-19,” kata Safaah. (*)

BERITA REKOMENDASI