PKM UMY Dampingi  Warga Kalakijo Kelola Sampah Mandiri

BANTUL, KRJOGJA.com —Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berlangsung di Dusun Kalakijo, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Bantul. Kegiatan yang diketuai Adhianty Nurjanah, Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UMY ini mendampingi masyarakat setempat dalam pengelolaan sampah mandiri.

Adhianty Nurjanah didampingi anggota Aris Slamet yang juga Dosen Fakultas Pertanian UMY mengatakan pengabdian ini telah mampu memberdayakan masyarakat Kalakijo dalam mengelola sampah secara mandiri.

“Tujuan kami adalah agar terjadi perubahan kesadaran serta perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga,” kata Adhianty. Kegiatan berlangsung Maret-September 2020 dalam beberapa tahapan. Kegiatan pertama berupa observasi dan penyuluhan tokoh masyarakat Dusun Kalakijo digelar pada 12 Maret.

Menurut Adhianty, akibat masa pandemi Covid-19, kegiatan terpaksa harus diundur hingga 3 bulan. “Masyarakat membatasi akses keluar masuk dusun, sehingga kegiatan pendampingan harus diundur,” ujar Adhianty melalui keterangan tertulis kepada KRjogja.com.

Pengabdian dilanjutkan dengan kunjungan ke Rumah Pilah Sampah (RPS) Kalakijo pada 9 Juli dan pendampingan inisiasi penguatan kelembagaan Rumah Pilah Sampah dilakukan pada 24 Juli 2020.

“Sosialisasi pengelolaan sampah untuk mendapatkan informasi atau gambaran yang utuh terkait kondisi masyarakat dan memotivasi masyarakat dusun dalam pengelolaan sampah dengan membentuk kelembagaan pilah sampah,” kata Adhianty.

Kader RPS Kalakijo juga mengikuti pelatihan dan workshop pengelolaan sampah di Dusun Jejeran 1, Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret pada 29 Juli 2020.

“Pelatihan dan workshop pengelolaan sampah bertujuan untuk menambah keterampilan pengurus RPS sehingga mampu menerapkan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos,” kata Adhianty.

Tim Pengabdian UMY lantas menggelar pendampingan administrasi dan pembukuan pada 12 Agustus 2020 di RPS Kalakijo Bersih. Kegiatan dilaksanakan dengan protokol Covid-19 sehingga hanya dihadiri oleh perwakilan penggurus RPS sebagai kader kelembagaan pilah sampah.

Pada tahap akhir, UMY memberikan hibah operasional berupa bantuan dana untuk kegiatan pengelolaan kelembagaan pilah sampah. Hibah tersebut berupa uang tunai sebesar Rp1 juta dan sejumlah sarung tangan. Tujuan dari penyerahan hibah operasional yaitu untuk menunjang sarana dan prasarana kelembagaan pilah sampah yang masih belum memadai. Hibah juga untuk memberikan motivasi kepada penggurus RPS agar tetap berkomitmen dalam mengelola kelembagaan pilah sampah.

“Hibah operasional dilaksanakan pada 18 September 2020 di Dusun Kalakijo. Kegiatan dihadiri oleh Tim Pengabdian UMY beserta perwakilan kelompok RPS Kalakijo Bersih,” ucap Adhianty. (*)

BERITA REKOMENDASI