PKM UMY Kenalkan Sedekah Sampah di Dusun Pepen, Canden Bantul

BANTUL, KRJOGJA.com – Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta diadakan di Dusun Pepen, Desa Canden, Kecamatan Jetis, Bantul. Kegiatan ini mengenalkan konsep ‘Sedekah Sampah’ dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai Gatot Supangkat, selaku Dosen Program Studi Profesi Insinyur Fakultas Teknik, dan Beranggotakan Adhianty Nurjanah, Dosen Program Studi Komunikasi Fakultas Sosial dan Ilmu Poitik  UMY. Rangkaian kegiatan pendampingan berlangsung dari Maret – September 2020.

“Tujuan pengabdian ini adalah memberdayakan masyarakat agar mengubah perilaku dalam pengelolaan sampah rumah tangga,” kata Gatot Supangkat melalui keterangan tertulis kepada KRJogja.com.

Tim Pengabdian UMY menawarkan solusi berupa  focus group discussion (FGD),  penyuluhan serta pelatihan mengelola sampah organik rumah tangga dan teknik pemilahan sampah. Tim UMY juga mendampingi pembentukan lembaga Sedekah Sampah.

Menurut Gatot,  masyarakat Dusun Pepen sudah sadar akan kebersihan lingkungan dan mempunyai program pilah sampah yang dijalankan oleh sebagian pemuda-pemudi. Sampah dipilah di setiap rumah warga dan kemudian diambil oleh pemuda-pemudi yang menjualnya kepada agen rongsok di dusun tersebut.

Sayangnya kegiatan pilah sampah hanya berjalan beberapa kali, program tersebut vakum atau sudah tidak lagi berjalan. Hal tersebut disebabkan rendahnya minat pengurus terhadap program pilah sampah. “Di samping itu, belum semua masyarakat memahami arti penting pengelolaan sampah bagi keberlangsungan kebersihan dan keindahan lingkungan yang akan berdampak pada kesehatan lingkungan masyarakat secara umum,” kata Gatot.

Situasi itu membuat Tim Pengabdian UMY meluncurkan program Penerapan Konsep Sedekah Sampah Sebagai Upaya Penanganan Sampah Rumah Tangga di Dusun Pepen, Desa Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul.

Kegiatan diawali dengan obesrvasi dan silaturahmi dengan tokoh masyarakat serta kader Rumah Pilah Sampah (RPS) Dusun Pepen pada 13 Maret 2020.  Tim UMY kemudian mengunjungi RPS pada 24 Juni dan mengetahui bahwa RPS dijalankan oleh ibu-ibu PKK di setiap RT.

“Karena selama masa pendemi Covid-19 masyarakat membatasi akses keluar masuk dusun, kegiatan pendampingan harus diundur selama tiga bulan,” kata Gatot.

Selanjutnya, pendampingan untuk inisiasi penguatan kelembagaan RPS dilakukan pada 14 Juli 2020. Pelatihan pengelohan sampah organik menjadi pupuk kompos diadakan tiga hari kemudian pada 17 Juli 2020.  RPS Dusun Pepen juga mengikuti pelatihan dan workshop pengelolaan sampah di Dusun Jejeran 1, Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret. pada tanggal 29 Juli 2020.

“Pelatihan dan workshop dihadiri oleh trainer dari UPT DLH Kabupaten Bantul sebagai narasumber dan 13 perwakilan ketua RPS yang tersebar di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Bantul. Tujuan dari pelatihan dan workshop adalah percepatan pemanfaatan mesin pencacah sebagai alat pengolah sampah organik. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menambah keterampilan pengurus RPS sehingga mampu menerapkan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos,” kata Gatot.

Tim UMY juga melakukan pendampingan administrasi dan pembukuan pada 12 Agustus 2020. Kegiatan dilaksanakan dengan protokol Covid-19 sehingga hanya melibatkan perwakilan kader kelembagaan pilah sampah. Materi yang diberikan meliputi administrasi Buku Besar Sedekah Sampah yang merupakan alat untuk merekap hasil transaksi keuangan penjualan pilah sampah dan meteri administrasi Arus Kas Sedekah Sampah yang merupakan alat untuk mencatat laporan keuangan mengenai pemasukan dan pengeluaran kas kelembagaan dalam periode tertentu.

Di tahap terakhir, UMY memberikan hibah operasional berupa bantuan dana untuk kegiatan pengelolaan kelembagaan pilah sampah pada 18 September 2020 di Dusun Banjardadap. Kegiatan dihadiri oleh Tim Pengabdian UMY beserta perwakilan kader kelompok RPS Sedekah Sampah. Hibah berupa uang tunai sebesar  Rp 1 juta dan sejumlah sapu tangan.

“Tujuan dari penyerahan hibah operasional yaitu untuk menunjang sarana dan prasarana kelembagaan pilah sampah yang masih belum memadai. Selain itu, manfaat hibah adalah memberikan motivasi kepada penggurus RPS agar tetap berkomitmen dalam mengelola kelembagaan pilah sampah. Pengurus juga menandatangani surat pernyataan komitmen bahwa akan melaksanakan kegiatan pengelolaan sampah dengan memanfaatkan seluruh sarana dan prasana yang ada.”    (*)

BERITA REKOMENDASI