PKM UMY Tingkatkan Kompetensi Guru Bahasa Arab

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sebanyak 25 guru bahasa Arab mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi melalui Program Pelatihan Intensif (Daurah Khassah) pada Keluarga Alumni Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAPBA UMY) yang berprofesi sebagai Guru di Wilayah Sleman Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMY.

“Pelatihan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru bahasa Arab, membekali guru berbagai keterampilan-keterampilan pengajaran bahasa Arab yang ada di era perkembangan teknologi,” kata Ketua Pengabdian Roojil Fadillah yang juga Dosen Pendidikan Bahasa Arab UMY dalam keterangan pers yang diterima KRjogja.com.

Materi pelatihan diberikan langsung oleh Roojil Fadillah Lc MPdI selaku dosen PBA UMY juga sekaligus alumni Pelatihan Guru di Universitas Ummul Qura Makkah, Arab Saudi. Materi diambil langsung dari sumber pengajaran bahasa Arab di Universitas Ummul Qura Makkah.

Pelatihan ini membantu mengembangkan kompetensi guru di bidang pengajaran Bahasa Arab, dan meningkatkan 4 keterampilan berbahasa, istima’ (mendengarkan) dan keterampilan kalam (berbicara) secara khusus,  menumbuhkan budaya praktek muhadatsah dalam keseharian guru, serta membekali guru dengan metode, media, dan materi yang sesuai sehingga pembelajaran menjadi menarik, efektif, dan efisien.

Pelatihan dilaksanakan selama kurang lebih 2 jam sehari sebagai bentuk pemantapan materi, bahasa pengantar pelatihan ini adalah bahasa Arab dan Indonesia sebagai sarana latihan meningkatkan keterampilan berbahasa guru.

Pelatihan ini adalah salah satu bentuk pengabdian dosen program studi Pendidikan Bahasa Arab kepada mitranya yaitu alumni yang sekarang berprofesi sebagai guru diberbagai instansi pendidikan di kota Yogyakarta. Skema pengabdian ini adalah pengabdian kemitraan masyarakat, alumni sebagai masyarakat guru yang bermitra dengan program studi Pendidikan Bahasa Arab untuk meningkatkan keilmuan guru alumni.  Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu pembinaan secara partisipatif.

Adapun teknik pelaksanaan program ini dilakukan secara tim yang terdiri dari dosen, ditugaskan untuk mendampingi guru-guru agar pelaksanaan pelatihan berjalan secara optimal. Pelatihan ini dikhususkan guna memantapkan dan meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan kreativitas mengajar guru di kelas serta memahami metode mengajar keterampilan berbicara yang afektif.

Program pelatihan ini dilaksanakan melalui video conference online, karena situasi pandemi sehingga pertemuan tatap muka sangat tidak dianjurkan. Berdasarkan hasil pelaksanaan pelatihan bahwa kemajuan kegiatan hingga laporan ini dibuat telah mencapai 90% mengacu pada proposal yang telah disusun sebelumnya. (*)

BERITA REKOMENDASI