PKM UMY Tingkatkan Layanan Diversifikasi Kelompok Jahit Mandiri

BANTUL, KRJOGJA.com – Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berlangsung di Dusun Wanujoyo Lor Srimartani, Piyungan, Bantul. Pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa diversifikasi produk dan peningkatan manajerial pada Kelompok Jahit Mandiri pada bulan Mei sampai dengan Agustus 2020.

Ketua Program Pengabdian Sotya Anggoro ST MEng yang juga Dosen Teknologi Mesin Program Vokasi UMY mengatakan kegiatan diikuti  11 orang.  “Permasalahan yang dihadapi saat ini yaitu kelompok Jahit Mandiri yang anggotanya adalah beberapa ibu-ibu rumah tangga membutuhkan pengembangan usaha untuk meningkatkan penerimaan order dikarenakan pada masa pandemi Covid 19 pesanan produk berupa baju menurun cukup drastis,” kata Sotya Anggoro.

Sehingga dibutuhkan diversifikasi produk dan juga peningkatan manajerial pengelolaan organisasi. Solusinya pertama adalah penambahan alat atau mesin jahit dengan skala produksi sehingga bisa digunakan untuk menjahit dengan jenis bahan yang lebih beragam.

Kemudian pengembangan produk baru dimana karena masih dalam masa pandemi covid 19 maka salah satu produk yang dibuat adalah masker kain yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Metode yang dilakukan yaitu pengadaan alat, pelatihan dan pendampingan. Pelatihan dan pendampingan menggunakan mesin jahit skala produksi, meningkatkan keterampilan menjahit dan mendesain model masker yang nyaman dipakai dan sesuai standar WHO serta pelatihan mengenai pengelolaan UMKM.

Setelah didapatkan kesepakatan mengenai hari dan tanggal pelaksanaan program pengabdian, selajutnya dilaksanakan serah terima alat berupa mesin jahit skala produksi merk Juki. Selanjutnya dilakukan pelatihan pengoperasian mesin skala produksi dan pembuatan design jenis produk yang banyak dibutuhkan saat ini seperti masker.

Pelatihan ini dilaksanakan oleh instruktur jahit dari Sekolah Menengah Kejuruan jahit dan praktisi jahit senior. Materi pelatihan meliputi dari cara membuat desain masker yang nyaman, membuat pola, memotong kain dan menjahit hingga jadi. Pelatihan dan pendampingan dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2020.

Agar materi–materi pengabdian yang telah disampaikan kepada Kelompok Jahit Mandiri bisa berkelanjutan dan justru bisa berkembang lebih bagus lagi, maka dibutuhkan peningkatan softskil anggotanya yaitu dengan memberikan pelatihan tentang manajerial pengelolaan usaha berskala mikro. Pelatihan ini disampaikan oleh tenaga ahli dari pusat studi pariwisata UGM yang sekaligus pelaku bisnis berskala mikro.

Ucapan terima kasih disampaiakan oleh ketua RT dan ketua Kelompok jahit atas dilaksanakannya program pengabdian masyarakat ini, dan harapannya program pengabdian ini bisa dilaksanakan rutin setiap tahun di Dusun Wanujoyo.(*)

BERITA REKOMENDASI