PKM UMY Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Melalui Budidaya Ikan Nila

SLEMAN, KRJOGJA.com – Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berlangsung di RT 5 RW 2 Tunjungan Gatak II, Juni – Juli Agustus 2020. Program yang diadakan yaitu budidaya ikan nila berbasis teknologi Bioflok.

Ketua Program Andan Yunianto SE MSC AK dari prodi Akutansi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengatakan program ini bertujuan untuk meningkatkan perekonimian masyarakat. Pelatiha bukan hanya teknik budidayanya saja, tapi juga pelatihan akutansinya.

Peserta mendapatkan penjelasan tentang panduan sederhana dalam pemeliharaan ikan Nila dengan Teknologi Bioflok. Panduan ini diambil dari banyak referensi, sehingga bisa menjadi panduan praktis bagi mitra dalam pelaksanaan pemeliharaan ikan nila dari persiapan samapai dengan panen. Dengan outline panduan tersebut, mitra bisa mempelajari sendiri, lalu mempraktekannya langsung.

Pelatihan diawali dengan persiapan berupa belanja peralatan yang dilakukan oleh pendamping. Setelah barang datang, maka baru diserahkan ke mitra. Belanja perlengkapan kolam dilakukan secara offline maupun online.

Belanja secara online dilakukan melalui OLX dan Tokopedia untuk mendapatkan peralatan yang dibutuhkan. Sedangkan belanja secara offline dilakukan untuk membeli batako sebagai dasar kolam agar posisi kolam lebih tinggi dari tanah sekitar, sehingga memperlancar aliran pembuangan kolam (outlet).

Kesimpulan dari program ini adalah budidaya dengan teknologi Bioflok membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang lebih besar dari budidaya dengan teknologi tradisional. Selama pemeliharaan, mitra cenderung masih berpikir budidaya secara tradisional, sehingga di tengah pemeliharaan mitra minta untuk mengubah metode budidaya dari teknologi bioflok ke teknologi tradisional. Sehingga program ini gagal dilaksanakan secara penuh. (*)

BERITA REKOMENDASI