PPDM UMY Buat Program Banyu Lips

SLEMAN, KRJOGJA.com – Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyasar masyarakat Desa Banyuraden dalam bentuk program Perlindungan Generasi melalui Larangan Iklan, Promosi, dan Sponsorship Rokok (Banyulips). Program berlangsung Desember 2019 – Maret 2020.

Ketua Program Pengabdian Dianita Sugiyo dari FKIK UMY mengatakan kegiatan diikuti 45 orang dengan sasaran masyarakat Banyuraden, pengelola sekolah, pengelola kesehatan, perangkata densa dan tokoh masyarakat.

Pelaksanaan program berupa memberikan pemahaman kepada seluruh stakeholder di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan sekolah bahwa iklan, promosi dan sponsorship produk rokok merupakan salah satu bentuk upaya industri rokok untuk memasarkan produk mereka dengan tujuan meningkatkan penjualan atau jumlah konsumsi (menjerat dalam perilaku merokok).

Menerapkan model intervensi terhadap pemodal, pedagang dan pengelola retail diseputar sekolah dan pusat kesehatan masyarakat untuk melakukan upaya pelarangan iklan, promosi dan sponsorship produk rokok dengan cara sebagai berikut:

Tidak menerima segala bentuk bantuan dengan tujuan untuk dipasang sebagai iklan (baik didalam retail atau diluar retail) berkaitan dengan produk rokok;

Tidak mempromosikan rokok dan produk sejenisnya dengan mencantumkan harga rokok, discount harga atau dengan membagikan secara cuma-cuma rokok. Melaksanakan kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan produk rokok, mengenalkan industri rokok, memamerkan atau mempublikasikan segala bentuk yang berkaitan baik langsung atau tidak langsung dengan brand image atau corporate image produk tembakau/rokok.

Meningkatkan pengetahuan dan peran pimpinan dan petugas promosi kesehatan pada pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) untuk selalu melakukan upaya promotif dan prefentif terhadap bahaya rokok dan paparan asapnya (melalui pelarangan iklan, promosi dan sponsorship produk rokok: mencegah dari jeratan perilaku merokok) pada tingkat kecamatan diseluruh wilayah atau daerah kerjanya.

Meningkatkan peran petugas promosi kesehatan pada pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) untuk melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap retail yang berada disekitar puskesmas agar tidak menerima dan menyelenggarakan iklan, promosi sponsorsip produk rokok.

Meningkatkan peran dan pengetahuan kepada pimpinan, guru dan komite sekolah untuk melalukan segala bentuk pelarangan terhadap iklan, promosi dan sponsorship produk tembakau dan afiliasinya di sekolah.

Meningkatkan peran sekolah (kepala sekolah dan guru) untuk melakukan upaya promosi dan sosialisasi persuasif kepada pemodal, pemilik, dan pengelola retail disekitar sekolah untuk tidak menerima dan menyelenggarakan iklan, promosi dan sponsorsip roduk rokok.

Meningkatkan pemahaman dan menerapakan public participation- supervision (bentuk pengawasan publik) terhadap segala bentuk pelanggaran terhadap larangan iklan, promosi dan sponsorship produk rokok dilingkungan sekolah dan pusat kesehatan masyarakat.

Warga masyarakat bersama para pemimpin desa, pengelola layanan kesehatan, dan pengelola sekolah aktif bekerjasama dalam pendampingna pemilik usaha di sekitar sekolah agar memahami konsep kawasan tanpa rokok. Hal ini sesuai dengan Instruksi Bupati Sleman nomer 440/001 tahun 2018 tentang Bebas Iklan Rokok pada Kawasan Tanpa Rokok.(*)

BERITA REKOMENDASI