PPDM UMY Inisiasi Kembangkan Induk Bank Sampah Kampung Kuncen di Klaten

KLATEN, KRJOGJA.com – Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berlangsung di Kampung Kuncen Desa Cawas Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten  3, 5, 10, 17 Juli 2020. Program ini bertujuan agar terbangunnya Induk Bank Sampah Kuncen Desa Cawas yang selaras dengan RPJMDes Desa Cawas tentang pengelolaan sampah, baik an organik maupun organik.

Ketua Program Pengabdian Dr Ir Gatot Supangkat MP IPM mengatakan karena kegiatan yang belum bisa dilakukan secara tatap muka, sesuai dengan kesepakatan, pendampingan dilakukan melalui media sosial. Pendampingan diarahkan pada pengembangan bangunan Rumah Pilah Sampah, serta persiapan “Lomba Kebersihan dan KreativitasLingkungan se Kabupaten Klaten”.

Menurut Gatot Supangkat, Program pengembangan Bank Sampah Manunggal Sejahtera menjadi Induk BankSampah di wilayah Cawas menjadi cita-cita para pengurus dan warga. Tahap inisiasi ke arah tersebut, yakni pengembangan Rumah Pilah Sampah, terutama memperbesar daya tampungnya.

Selain itu, Belajar Bersama pengelolaan induk bank sampah. Namun kegiatan Belajar Bersama tidak dapat direalisasikan karena adanya wabah Covid-19, padahal rencananya kunjungan langsung Volume Rumah Kelola Sampah (RKS) menjadi penting dalam upaya inisiasi pembangunan Induk Bank Sampah. Gambar 1 memperlihatkan telah dilakukan penambahan ruang tampung dan kelola sampah pada bagian teras depan seluas 40 M2 dan samping kanan seluas 24 M2.

Namun, sebenarnya tambahan seluas 64 M2 belum memadai untuk ukuran Induk Bank Sampah wilayah Cawas, diperkirakan hanya mampu menampung tambahan sampah dari tiga dusun sekitar. Oleh karena itu, ke depan akan diusulkan program pengembangan Induk Bank Sampah ke Desa dan Kecamatan Cawas, serta Kabupaten Klaten.

Kelompok Bank Manunggal Sejahtera ditunjuk untuk mewakili Kecamatan Cawas mengikuti Lomba Kebersihan dan Lingkungan Tingkat Kabupaten Klaten tahun 2020.

Sehubungan dengan persiapan untuk lomba tersebut, mitra Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) minta didanpingi dalam penyiapan dan penataannya. Pendampingan dilakukan secara virtual, mengingat kondisi masa pandemi. Beberapa kegiatan yang didampingi, antara lain penggunaan kembali (re-use) barang-barang bekas untuk tempat tanam (pot) berbagai jenis

sayuran, penataan ornamen alamiah lingkungan RKS, sajian atau hidangan saat penilaian, dan perlengkapannya. Pendampingan penataan lingkungan RKS diberikan untuk memperindah dan menampilkan kesan asri. Pemanfaatan kantong plastik bekas (kantong minyak, deterjen, makanan, dll). Pemanfaatan barang bekas seperti ini diikuti oleh sebagian warga masyarakat, sehingga halaman rumahnya tampak asri tanpa biaya.

Upaya pengurangan sampah (reduction) menjadi perilaku yang lebih diutamakan dibandingkan cara penggunaan kembali (reuse) dan pendaur-ulangan (recycle). Salah satunya gerakan “Ayo Kurangi Sampah” dengan media kampanye: Pembuatan sapu tangan untuk mengurangi penggunaan tisu kertas. Gerakan ini dikampanyekan pada saat penilaian lomba, walaupun sudah dilakukan pada warga masyarakat.

Pendampingan intensif diberikan ketika kelompok Bank Sampah Manunggal Sejahtera ditunjuk sebagai perwakilan dari Kecamatan Cawas. Para pengurus dan warga sangat antusias dalam mempersiapkan lomba mulai dari penataan lingkungan yang asri hingga penyiapan  menu yang disajikan pada saat penilaian lomba kebersihan dan lingkungan se Kabupaten Klaten. Alhamdulillah dengan kerja keras dari para pengurus dan warga Bank Sampah Manunggal Sejahtera diapresiasi oleh Tim Penilai Lomba sebagai Juara ke-3 se Kabupaten Klaten.

Optimalisasi Program (Pencegahan penyebaran wabah Covid-19) dilakukan  dengan koordinasi dan sosialisasi pada 26 dan 30Maret 2020, sesuai kesepakatan pra program pada 10 Maret 2020. Namun, kegiatan koordinasi dan sosialisasi tidak dapat dijalankan karena adanya pandemi wabah Covid-19 dan lokasi mitra dilakukan “Lock Down”. Ini dilakukan dengan tujuan menghambat penyebaran wabah Covid19, dikarenakan komposisi penduduk rentan cukup banyak, dan Tim Pengabdi juga harus tetap di rumah. Oleh karena itu, diputuskan oleh Tim Pengabdi dilakukan pengalihan sebagian program untuk upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19. Penyemprotan desinfektan di lingkungan secara rutin merupakan upaya untuk

pencegahan penyebaran wabah Covid-19. Untuk mendukung realisasi dari kegiatan eradikasi  atau sanitasi lingkungan dengan penyemprotan desinfektan diberikan automatic sprayer yang mudah dioperasikan Penyemprotan rutin dilakukan seminggu sekali dengan tujuan untuk membasmi virus yang kemungkinan menempel sementara pada rumah, pagar, dan benda lain dalam permukiman warga. Salah satu kendala yang dihadapi dalam sanitasi lingkungan, yakni terbatasnya ketersediaan peralatan dan bahan desinfektannya. Namun demikian, warga sudah senang dapat melakukan upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19. Keberhasilan kegiatan ini perlu dilestarikan dengan menjaga keberlanjutannya, melalui penguatan organisasi warga, perawatan peralatan, dan kerjasama dengan pihak eksternal, misal perguruan tinggi.

Peserta berharap agar program PkM ini dapat dilanjutkan agar cita-cita masyarakat menjadikan Bank Sampah Manunggal Sejahtera sebagai Induk Bank Sampah di wilayah Cawas dapat terwujud. Selain itu, Tim PkM UMY setelah berakhirnya masa pandemi Covid-19 dapat mengunjungi secara langsung dan memberikan arahan lebih lanjut. Tim PKM UMY juga dapat mendampingi secara langsung Pengelola Bank Sampah Manunggal Sejahtera untuk belajar kepada salah satu Induk Bank Sampah.

Hasil yang dicapai belum optimal dikarenakan adanya pandemi Covid-19, sehingga beberapa aktivitas strategis terkait inisiasi pembangunan induk bank sampah terhambat. Beberapa hasil yang dicapai, kesepakatan pembangunan bank sampah dilanjutkan setelah pandemi, area demo pemanfaatan kembali sampah sebagai tempat tanam (pot), penyiapan dan pelaksanaan lomba lingkungan pengelolaan sampah, dan kegiatan pencegahan penyebaran Covid-19 (sanitasi lingkungan dan pengecekan temperatur badan di pintu masuk kampung dan masjid. Tanggapan kepuasan mitra terhadap implementasi program di atas 80%, dan 100% berharap dilanjutkan.(*)

BERITA REKOMENDASI