PPM Muhammadiyah Tingkatkan Kesadaran Reproduksi Wanita Bagi Kader PCNA

KLATEN, KRJOGJA.com – Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) melakukan kegiatan berupa peningkatan Pemahaman dan Kesadaran Kesehatan Reproduksi Wanita bagi Kader dan Anggota Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Kecamatan Ngawen Klaten. Kegiatan  tersebut diikuti sebanyak 46 peserta.

“Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi berupa pemahaman dan kesadaran perilaku sehat reproduksi bagi remaja putri anggota PCNA Ngawen Klaten,” kata Ketua Program Pengabdian Yunita Furi Aristyasari yang juga Dosen Teknik Sipil UMY kepada KRjogja.com. Acara berlangsung Minggu 9 Februari 2020.

Acara inti diawali dengan sambutan oleh Kepala Camat, yaitu Ir Anna Fajria Hidayati MSi dan dilanjutkan sambutan oleh Ketua PCNA, yaitu Ayunda Ofik Anggraini SSos I. Kegiatan pengabdian ini diisi dengan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dalam perspektif Islam dan Medis. Materi tentang Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Medis disampaikan oleh Ibu Nur Azizah Hidayati SKep Ns, MKep dan materi tentang Kesehatan Reproduksi perspektif Islam disampaikan oleh Ibu Mir’atun Nisa’ MSi. Kedua narasumber merupakan dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Pada Akhir kegiatan, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan diskusi dan tanya jawab dengan kedua narasumber. Di samping sosialisasi Mengenai Kesehatan Reproduksi, peserta juga difasilitasi dengan cek kesehatan oleh panitia.  Kegiatan berakhir pada pukul 13.00 siang yang diakhiri dengan foto bersama antara panitia, narasumber, dan peserta.

Selaku Camat Ngawen Klaten, Ibu Anna Fajria Hidayati sangat mengapresiasi kegiatan seminar kesehatan reproduksi sebagaimana yang dilaksanakan tersebut. Beliau berpendapat bahwa kegiatan ini membawakan tema yang sangat menarik dan sesuai dengan kebutuhan kaum perempuan. Beliau juga berharap bahwa kegiatan semacam ini tidak hanya sekali diadakan, tetapi dapat terus berlanjut dengan tema-tema serupa atau tema lain yang tidak kalah menarik dan tentunya dengan menggandeng kelompok yang lebih luas, seperti kelompok dari organisasi lain, seperti Fatayat NU atau karang taruna-karang taruna di Kecamatan Ngawen.

Secara teknis, pengabdian ini dapat terbilang sukses. Peserta mendapat pengalaman berupa tambahan ilmu mengenai kesehatan reproduksi dengan perspektif yang lebih luas. Selain tambahan ilmu secara teoritis, peserta juga mendapat trik-trik praktis tentang bagaimana menjaga organ reproduksi tetap bersih dan sehat melalui kebiasaan sehari-hari dan juga penerapan ajaran Islam yang dapat membawa hikmah dan kebaikan terhadap kesehatan dirinya. (*)

 

BERITA REKOMENDASI