PPM Muhammadiyah Tingkatkan Kualitas Muballigh di Girisubo

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) melakukan pengabdian berupa peningkatan kualitas mubaligh di Kecamatan Girisubo, Gunungkidul. Kegitan ini bertujuan agar tabligh bisa berlangsung secara efektif.

Menurut Ketua Program Fahmi Irfanudin Lc MSi yang juga Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam, rangkaian kegiatan program cenderung dilakukan secara online karena menghindari mobilitas di masa pandemi. Kegiatan tersebut dilakukan pada 14 Agustus 2020 hingga 28 Agustus 2020.

Kegiatan terakhir yaitu silaturahmi sekaligus penyerahan secara simbolis bantuan dilakukan di Girisubo tersebut karena orang yang terlibat tidak banyak dan kondisi pandemi saat kegiatan tersebut dilakukan sedikit mereda. Silaturahmi dilakukan pada awal November 2020.

Sasaran tidak langsung dari kegiatan ini yaitu masyarakat Girisubo, Gunung Kidul secara umum yang akan merasakan manfaat peningkatan kapasitas mubaligh. Adapun sasaran langsung kegiatan yaitu mubaligh di daerah Girisubo, Gunung Kidul yang melakukan serangkaian kegiatan penanggulangan Covid-19 bersama pemerintah dan unsur masyarakat lainnya.

Jumlah peserta yaitu 32 muballigh dan muballigah di Kecamatan Girisubo, Gunung Kidul.Kegiatan ditujukan untuk meningkatkan kapasitas atau kemampuan, sekurang-kurangnya pemahaman, para muballigh dalam membantu pemerintah mendampingi masyarakat menghadapi kondisi pandemi Covid-19.

Kegiatan direncanakan untuk meningkatkan kapasitas mubaligh dalam hal dakwah. Pada awalnya kegiatan direncanakan untuk dilakukan secara offline atau tatap muka. Namun, ketika pandemi Covid-19 datang, maka dilakukan koordinasi ulang antara tim dosen dari UMY dengan perwakilan muballigh sekaligus Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Girisubo yaitu Ustadz Wismanto SPdI.

Berdasarkan koordinasi tersebut disepakati bahwa kegiatan akan dilakukan dengan sistem pengajaran jarak jauh. Materi yang akan disampaikan-pun berubah menyesuaikan kondisi.

Membantu pemerintah mendampingi masyarakat menghadapi Covid-19, tidak jarang para muballigh mendapatkan tantangan. Tantangan tersebut, antara lain kepercayaan masyarakat bawa Covid-19 merupakan konspirasi ataupun upaya untuk menyudutkan kelompok tertentu, keenganan beribadah mengikuti anjuran di masa pandemi karena kesalahpahman akan hukum agama, ataupun muballigh sendiri merasakan kelelahan mental.

Berdasarkan hal tersebut, maka materi peningkatan kapabilitas muballigh yaitu peningkatan wawasan keagamaan terkait pandemi, pemahaman hukum agama terkait pandemi, dan tentang kesehatan mental terkait pandemi.

Materi disusun menjadi suatu makalah dan kemudian dibagikan kepada para muballigh lewat perwakilannya pada 14 Agustus 2020 untuk dapat dibaca dan dipahami. Pada 27 Agustus 2020 dilakukan diskusi secara online mengenai materi yang telah dipelajari oleh para peserta.

Evaluasi terhadap kegiatan tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai wawasan keagamaan terkait pandemi, hukum agama di tengah pandemi, dan kesehatan mental menghadapi pandemi. Peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sendiri oleh para muballigh maupun dapat berperan dalam penanganan Covid-19 yang mereka lakukan.

Setelah kondisi pandemi mereda di wilayah Yogyakarta khususnya, maka tim melakukan silaturrahmi ke muballigh di Girisubo. Kegiatan ini dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak. Silaturrahmi juga diiringi dengan pemberian bantuan kepada muballigh. Bantuan tersebut diharapkan dapat bermanfaat dalam kegiatan muballigh mendampingi masyarakat dan menjadi motivasi bagi muballigh untuk menjalan kegiatan penanggulangan Covid-19.Perwakilan muballigh sekaligus Ketua PCM Girisubo, Gunung Kidul, Bapak Wismanto, S.Pd.I menyampaikan terimakasih kepada tim dosen UMY dan LP3M UMY yang telah menjalankan kegiatan kemasyarakatan di daerahnya khususnya untuk mendukung kegiatan sosial masyarakatnya. Beliau berharap kegiatan kemasyarakatan tersebut dapat terus terlaksana.

Walaupun kegiatan dilakukan secara jarak jauh tetapi hasil kegiatan dapat terlihat dari peningkatan kapasitas para muballigh dalam hal wawasan keagamaan, fiqih ibadah, dan kesehatan mental terkait Covid-19. Dapat dikatakan tujuan kegiatan telah tercapai. Selain itu, peserta yaitu para muballigh mengemukakan komentar positif dengan kegiatan ini, menunjukkan bahwa para peserta menerima baik kegiatan ini. Selain itu, bantuan yang diberikan juga akan mendorong muballigh melakukan kegiatan kemasyarakatan khususnya mendampingi masyarakat menghadapi Covid-19. (*)

BERITA REKOMENDASI