UMKM Keripik Jamur Gamol Diajari Berjualan via Sosmed Selama Pandemi

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRjogja.com – Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UMY di Desa Balecatur Gamping Sleman-DIY menggelar program pendampingan bagi pengembangan UMKM. Program diisi dengan pelatihan Mengoptimalkan Sosial Media Dalam Menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru untuk pemasaran produk UMKM.

Dr. Firman Mansir, M.Pd.I dari Pendidikan Agama Islam mengatakan program ini memberikan edukasi kepada mitra UMKM khususnya keripik jamur Gamol terkait pentingnya menggunakan media sosial untuk pemasaran produk sehingga masyarakat mudah mengakses produk dari kripik Jamur Gamol.

“Apalagi dalam menghadapi New Normal ini maka UMKM tidak boleh diam dan terpaku dengan kondisi yang sekarang. Tetapi perlu mempersiapkan diri agar produk dari UMKM ini bisa tetap bertahan dan bentuk respon terhadap kemajuan teknologi,” katanya.

Pemilik UMKM kripik Jamur Gamol menyampaikan terimakasih kepada Mahasiswa KKN IT UMY 2021 dan Dosen pembimbing lapangan (DPL) yang telah melaksanakan program pengabdian di tempatnya. “Sebelum pandemi covid 19 melanda Indonesia, bisa dikatakan Omset kami lumayan. Tetapi setelah pandemi datang, omset kami menurun sampai 80%. Karena itu perlahan kami mencoba lagi agar bisa bertahan hidup. Adanya edukasi dari program KKN-PPM kami bisa memiliki media sosial seperti Instagram dan lainnya. Produk kami bisa diakses, diorder oleh banyak orang, dan kemungkinan kami akan mempertahankan ini. Karena sebelumnya memang kami tidak memiliki media sosial untuk mempromosikan produk kami,” katanya.

BERITA REKOMENDASI