UMY Bekali Kemampuan Warga Dusun Kuncen Boyolali Pengolahan Keripik Sayur

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Dusun Kuncen, Samiran, Selo, Boyolali menjadi salah satu dusun yang terdampak turunnya harga dari hasil pertanian. Jumlah hasil pertanian yang cukup banyak ketika panen raya tiba, menyebabkan harga hasil pertanian sayuran yang menjadi satu-satunya mata pencaharian penduduk Kuncen turun drastis. Tak hanya itu, serangan hama sayuran juga mengakibatkan hasil pertanian tidak maksimal.

Melihat permasalahan yang dihadapi warga dusun Kuncen tersebut, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Progam Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) menjalankan pengabdiannya untuk memperkuat sumber daya ekonomi warga. Program pengabdian ini dijalankan oleh kelompok mahasiswa KKN 021 Samiran dan diketuai oleh Linda Kusumastuti Wardana, S.Pd., M.Sc.

“Masalah prioritas dihadapi oleh masyarakat dusun Kuncen ini adalah penjualan hasil pertanian sayuran yang harganya turun drastis ketika panen raya tiba. Selain itu, adanya serangan hama sayuran yang juga mengakibatkan hasil pertanian tidak maksimal. Karena itulah kami mencoba melakukan program pengabdian di dusun ini untuk memperkuat sumber daya ekonomi warga dengan berfokus pada pengembangan bidang pertanian,” jelas Linda yang juga menjadi Dosen Pembimbing Lapangan KKN 021 Samiran.

Beberapa tahapan kegiatan dilaksanakan untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat tersebut, antara lain adalah penyuluhan pertanian tentang perawatan tanaman sayuran untuk meminimalisasi serangan hama.

“Selain itu, kami juga mengadakan pelatihan pengolahan keripik sayuran bagi Kelompok Wanita Tani setempat dengan tujuan meningkatkan nilai ekonomi sayuran ketika panen raya. Keripik sayuran ‘Keran’ ini kemudian kami pasarkan dengan menggandeng pengelola wisata setempat, mengingat kecamatan Selo, Boyolali ini merupakan daerah wisata,” tutup Linda.

UMY

BERITA REKOMENDASI