UMY Gelar Pelatihan Literasi Internet Sehat Warga Dusun Sorolaten

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRjogja.com – Warga Dusun Sorolaten, Sidokarto, Godean, Sleman menyusun kesepakatan keluarga terkait yang mengatur pemanfaatan dan penggunaan teknologi internet dalam upaya mendukung pengembangan diri anggota keluarga terutama anak. Kesepakatan setiap keluarga kemudian dipresentasikan melalui media zoom meeting untuk menginspirasi keluarga lainnya, program ini dilakukan pada pelatihan internet sehat untuk keluarga kuat yang digelar tim pengabdian masyarakat UMY pada Kamis, 8 Juli 2021.

Pemantik diskusi yang juga anggota program pengabdian, Erwan Sudiwijaya, MA menyatakan bahwa perilaku negatif di media digital seperti bully dan hoax perlu diwaspadai di tingkat keluarga agar tidak berakibat buruk pada kehidupan nyata di masyarakat. Erwan menambahkan peran keluarga yang berada di lingkar terdekat dari anak sangat besar untuk menjaga keseimbangan interaksi di dunia digital dan nyata, sehingga kehangatan komunikasi secara nyata dapat terus dirasakan oleh anak.

Program pelatihan literasi internet sehat ini merupakan rangkaian dari program mengamplikasikan teknologi infrastruktur jaringan area luas yang telah dilakukan dua bulan sebelumnya.

Ditemui terpisah, Slamet Riyadi Ph.D menuturkan bahwa program ini bertujuan untuk membangun insfrastruktur teknologi informasi untuk mendukung pembelajaran di rumah. Ia pun menambahkan program juga memberikan edukasi dusun ramah internet agar para siswa dapat menggunakan internet secara cerdas dan bertanggung jawab.

Peserta program ini, Suradi menyatakan terbantu secara finansial. Selama dua bulan pemasangan  pengeluaran untuk internet biasanya mencapai Rp.200.000/bulan kini lebih ringan karena tagihan internet ditanggung bersama empat tetangganya yang lain. Marsha Vania, peserta yang masih duduk di kelas 4 SD Semarangan pun menuturkan akses internet yang lebih cepat saat mendownload materi pembelajaran yang diberikan gurunya.

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda memaksa pembelajaran di semua jenjang pendidikan dilaksanakan secara daring. Pemerintah telah memberikan bantuan kuota internet kepada guru, dosen, siswa dan mahasiswa sebesar 20-50 GB sesuai dengan kategori masing-masing. Bantuan kuota internet ini secara umum sangat membantu pelaksanaan pembelajaran. Akan tetapi, sebagian anggota masyarakat masih mengalami kesulitan akses internet dikarenakan lemahnya sinyal internet di lokasi tempat tinggal. Permasalahan ini dialami oleh para pemuda dan remaja, khususnya para siswa sekolah, yang tergabung dalam Forum Remaja Masjid Al Hidayah (FORMADA) di Dusun Sorolaten, Sidokarto, Godean, Sleman. (*)

BERITA REKOMENDASI